Ketapang

Satu Korban Tewas dalam Karhutla di Ketapang, Polres Kerahkan Tim Gabungan Padamkan Api

Avatar photo
Oleh Agus
Ukuran Font
Kecil Besar

KETAPANG – Kepolisian Resor (Polres) Ketapang membenarkan adanya satu korban yang tewas akibat terjebak kobaran api saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Pelang-Kepuluk, Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris saat meninjau langsung di lokasi kebakaran untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal pasca tewasnya Taufik Hidayat.

“Korban satu orang ditemukan meninggal dunia akibat nekat menerobos kepulan asap. Dugaan awal korban pingsan karena sesak nafas lalu pingsan dan terbakar api,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (4/8/2026).

AKBP Muhammad Harris saat melihat motor yang terbakar – Agus Jb

Pada peninjauan tersebut, AKBP M Harris mengatakan bahwa luas lahan yang terbakar sekitar 10 hektar yang berada di Jalan Pelang-Kepuluk Desa Sungai Pelang tepatnya di Kilometer 4 sampai Kilometer 7.

“Saat ini kami dari Polres Ketapang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), PT. Nova, Yonif TP 832, Pemdes Pelang, tengah melakukan pemadaman dan pembasahan lahan yang terbakar,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses pemadaman terus berlangsung dengan kolaborasi semua pihak terkait untuk memastikan titik api benar-benar padam.

Kapolres Ketapang saat tinjau lokasi karhutla di Jalan Pelang-Kepuluk, Rabu (5/8/2028) – Agus Jb

Menurutnya, kondisi yang membuat api kembali menyala karena hembusan angin dan kontur lahan gambut, sehingga dalam proses pemadaman api menimbulkan banyaknya asap yang menutupi jarak penglihatan.

“Terdapat kabut asap di lokasi kebakaran, sehingga kami mengimbau kepada warga yang melintas untuk menggunakan masker dan menutup kaca mobil serta menghidupkan lampu kendaraan,” jelasnya.

Proses pemadaman kebakaran – Agus Jb

Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat Ketapang agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar terutama saat musim kemarau berlangsung, karena dapat membahayakan bagi kesehatan, lingkungan hingga kualitas udara.

“Kepada masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarang,” imbaunya.

Selain itu, Ia juga berpesan kepada seluruh tim pemadam kebakaran yang bertugas untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap bekerjasama untuk memadamkan kebakaran ini.

“Kepada seluruh instansi terkait mari kita bekerjasama untuk memadamkan kebakaran ini dan tetap jaga kesehatan serta keselamatan. Semua ini tidak bisa dilakukan sendiri, namun perlu kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.

Dari pantauan di lokasi kebakaran Tim Gabungan terus melakukan pemadaman dan pembasahan, sedangkan beberapa anggota polisi disiagakan untuk mengatur lalu lintas di Jalan Pelang-Kepuluk.