Kalimantan Timur

Gubernur Kaltim: Gangguan IPP Picu Pemadaman Bergilir, Pasokan Listrik Ditarget Normal 10 Hari

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Gangguan pada sejumlah Independent Power Producer (IPP) memengaruhi sistem kelistrikan di Kalimantan Timur dan menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.

‎Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengatakan gangguan tersebut terjadi pada beberapa pembangkit listrik swasta yang selama ini menopang pasokan listrik di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.

‎Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kapasitas pembangkit yang terdampak mencapai sekitar 100 megawatt (MW).
‎Rudy menegaskan gangguan tersebut tidak disebabkan oleh keterbatasan pasokan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit. Menurutnya, sejumlah mesin pembangkit sedang menjalani pemeliharaan besar atau overhaul secara bersamaan.

‎“Masalahnya bukan batu bara, tetapi engine menjalani maintenance overhaul (perbaikan mesin) secara bersamaan,” kata Rudy di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (21/9/2026).

Akibat berkurangnya kapasitas pembangkit, sistem kelistrikan di Kalimantan Timur harus melakukan pemadaman bergilir untuk menjaga kestabilan pasokan listrik.

‎Rudy mengungkapkan pemerintah daerah telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Kementerian ESDM dalam pertemuan sebelumnya. Dari hasil koordinasi itu, pemerintah memperoleh informasi bahwa proses pemeliharaan sejumlah pembangkit diperkirakan segera rampung.

‎“Pemerintah menargetkan gangguan kelistrikan ini berkurang dalam sepuluh hari,” ujarnya.

‎Menurut Rudy, target tersebut merupakan perkiraan waktu penyelesaian berdasarkan informasi yang diterima dari Kementerian ESDM.

‎Dengan selesainya proses overhaul pada sejumlah pembangkit, kapasitas pasokan listrik diharapkan kembali normal sehingga pemadaman bergilir dapat dihentikan. Pemerintah Provinsi Kaltim masih menunggu perkembangan perbaikan pembangkit yang saat ini mengalami gangguan.*