Nasional

OBU VII Balikpapan Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Kargo Udara

Avatar photo
Oleh Redaksi
Ukuran Font
Kecil Besar

BALIKPAPAN — Menghadapi tingginya fluktuasi harga avtur dan kenaikan biaya operasional penerbangan global, Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah VII Balikpapan berkolaborasi dengan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug menggenjot diversifikasi pendapatan bandara lewat sektor non-penumpang. Salah satu fokus utamanya adalah optimalisasi jaringan kargo udara untuk mendorong produk UMKM menembus pasar internasional.

Strategi tersebut diwujudkan melalui Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) bertema “Digital Logistic for Export” yang digelar secara daring pada Selasa-Rabu (22/9/2026), dari pagi hingga sore. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026.

Ferdinan Nurdin, Kepala Otoritas Bandara Kelas II Wilayah VII Sepinggan Balikpapan.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, menjelaskan bahwa pengelolaan bandar udara tidak dapat lagi semata-mata bergantung pada pergerakan penumpang. Pemanfaatan aset serta penguatan aktivitas distribusi barang harus terus didorong demi menciptakan ekosistem penerbangan yang adaptif dan berkelanjutan.

“Penguatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekspor berkaitan langsung dengan pengembangan ekosistem logistik dan kargo udara di daerah. Bandar udara memiliki peran strategis sebagai simpul distribusi yang menghubungkan produk lokal dengan pasar global,” terang Ferdinan yang bertugas sebagai Kepala Otorita Bandara Kelas II Wilayah VII Sepinggan Balikpapan sejak Mei 2025 lalu, Senin (21/9/2026).

Langkah kolaborasi pemberdayaan ini bukan kali pertama dilakukan oleh Ferdinan. Saat bertugas di Bandara Kalimarau Berau, model pelatihan serupa terbukti sukses mendorong pelaku usaha lokal langsung melakukan pengiriman barang hingga meningkatkan pendapatan masyarakat.

DPM Digital Logistic for Export kali ini turut menghadirkan praktisi dari UMKM Mendunia, Iko, guna membagikan wawasan praktis seputar pemanfaatan fasilitas logistik sederhana untuk menembus pasar luar negeri.

Ferdinan Nurdin menyebutkan peserta dari Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) bertema “Digital Logistic for Export” adalah mereka para pelaku usaha baik Usaha Kecil Menengah (UKM), masyarakat dan pelaku usaha termasuk juga ekaportir,” jelasnya.

Guna memperluas dampak ekonomi, seluruh Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) dan General Manager bandara di bawah naungan OBU Wilayah VII diajak memboyong pelaku UMKM di wilayah masing-masing untuk bergabung dalam diklat digital ini.

“Melalui sinergi antara regulator, lembaga pendidikan penerbangan, dan pelaku usaha, pertumbuhan arus pengiriman barang via kargo udara diharapkan tidak hanya meningkatkan devisa dan daya saing produk daerah, tetapi juga menjadi penopang baru bagi pendapatan bandar udara di seluruh wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya.” pungkas Ferdinan.(mn)