Kalimantan Utara

Polisi Cocokkan Data Penumpang Speedboat Sekatak AAA, Pastikan Seluruh Korban Selamat

Avatar photo
Oleh Alex
Ukuran Font
Kecil Besar

TANJUNG SELOR – Kepolisian masih melakukan verifikasi jumlah penumpang dalam insiden kebakaran Speedboat Sekatak AAA yang melayani rute Tanjung Selor–Tarakan di perairan Salimbatu, Kabupaten Bulungan, Kamis (6/8/2026). Langkah itu dilakukan setelah muncul perbedaan data antara laporan awal dengan hasil pendataan petugas di lapangan.

Kepala Seksi Humas Polresta Bulungan, Aiptu Hadi, mengatakan perbedaan jumlah penumpang disebabkan data yang diterima berasal dari beberapa sumber. Saat ini penyidik masih mencocokkan manifest penumpang dengan keterangan para korban yang berhasil dievakuasi.

“Kami masih melakukan pencocokan data yang diperoleh dari manifest penumpang maupun hasil wawancara langsung terhadap para korban karena sumber datanya berbeda,” kata Hadi.

Meski masih melakukan pendataan ulang, Hadi memastikan seluruh penumpang beserta kru berhasil menyelamatkan diri dalam peristiwa tersebut.

“Yang terpenting tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Semua penumpang dan kru berhasil dievakuasi dengan selamat,” ujarnya.

Petugas kepolisian dan instansi terkait mendata serta memastikan kondisi seluruh penumpang Speedboat Sekatak AAA di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, usai dievakuasi dari insiden kebakaran di perairan Salimbatu, Kabupaten Bulungan, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan laporan sementara, speedboat berangkat dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor sekitar pukul 10.20 Wita menuju Pelabuhan SDF Tengkayu I Tarakan.

Saat melintas di perairan SP 5 Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas, seorang anak buah kapal (ABK) mendapati dua unit televisi dan empat unit pendingin ruangan (AC) di dalam kapal mendadak tidak berfungsi.

ABK kemudian memeriksa instalasi kelistrikan sebelum mengecek ruang genset. Dari lokasi tersebut, kobaran api diketahui telah muncul dan mulai membesar.

Nahkoda bersama tiga ABK sempat berupaya memadamkan api menggunakan empat alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api terus membesar sehingga nahkoda memutuskan mengarahkan kapal ke tepi sungai agar seluruh penumpang dapat segera dievakuasi.

Data awal menyebutkan kapal mengangkut 26 orang yang terdiri dari 23 penumpang dewasa, dua anak-anak, dan satu balita.

Sementara itu, hasil pendataan Satpolairud Polresta Bulungan bersama Direktorat Polairud Polda Kalimantan Utara mencatat terdapat 29 orang di atas kapal, yakni 25 penumpang, seorang juragan, dan tiga ABK.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang dievakuasi kembali ke Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, sedangkan sembilan lainnya melanjutkan perjalanan menuju Tarakan menggunakan kapal lain yang melintas di lokasi kejadian.

Selain melakukan pendataan ulang, polisi juga masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran speedboat tersebut.

Dugaan sementara, api berasal dari genset tipe silent berbahan bakar solar berkapasitas 8.000 watt yang kemudian merembet ke genset berbahan bakar bensin merek Ryu berkapasitas 7.500 watt.

Meski demikian, Hadi menegaskan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Kami masih fokus menyelesaikan proses penyelidikan untuk memastikan sumber kebakaran sekaligus memvalidasi data seluruh penumpang yang berada di atas kapal saat kejadian,” katanya.