Ketapang

Kebakaran Landa Puncak Bukit Kuri Ketapang, Kunjungan Wisatawan Ditutup

Avatar photo
Oleh Agus
Ukuran Font
Kecil Besar

KETAPANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengakibatkan sebagian besar kawasan wisata Bukit Kuri di Desa Sinar Kuri, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang hangus terbakar dilahap si Jago Merah.

Kebakaran yang berlangsung selama dua hari itu menyebabkan kerusakan parah di puncak bukit yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Ketapang.

Api pertama kali dilaporkan muncul pada Selasa (4/8/2026). Kobaran api semakin membesar pada malam hari dan terlihat jelas dari permukiman warga. Cahaya api yang membelah gelapnya malam sempat menghebohkan masyarakat sekitar.

Warga yang mengetahui kebakaran langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan. Titik kebakaran berada di puncak Bukit Kuri yang memiliki ketinggian sekitar 492 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai lokasi kebakaran, warga harus berjalan kaki sekitar satu jam.

Selama dua hari, api terus membakar kawasan puncak bukit. Hingga Kamis (6/8/2026), warga masih melaporkan adanya kepulan asap di lokasi kebakaran.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ketapang, Andreas Hardi, mengatakan bahwa Bukit Kuri merupakan salah satu destinasi wisata favorit masyarakat. Pada waktu-waktu tertentu, jumlah kunjungan dapat mencapai lebih dari 100 wisatawan dalam sepekan.

Menurutnya, Bukit Kuri memiliki daya tarik panorama matahari terbit dengan hamparan awan yang menyelimuti perbukitan sehingga kerap dijuluki sebagai “negeri di atas awan”.

Banyak wisatawan memilih mendaki pada sore hari, berkemah di puncak, kemudian menikmati matahari terbit keesokan paginya. Dari lokasi yang sama, pengunjung juga dapat menyaksikan matahari terbenam.

“Kerusakannya sangat luar biasa. Berdasarkan pengamatan kami, sekitar 40 persen kawasan puncak Bukit Kuri terbakar. Vegetasi habis, bahkan banyak area yang kini hanya menyisakan bebatuan. Untuk memulihkan kondisi hutan seperti semula diperkirakan membutuhkan waktu puluhan tahun,” kata Andreas, Kamis (6/8/2026).

Hardi menjelaskan Bukit Kuri sendiri pernah meraih penghargaan nasional sebagai destinasi wisata olahraga dan petualangan terbaik pada 2021. Kerusakan akibat kebakaran menjadi kehilangan besar bagi sektor pariwisata Kabupaten Ketapang.

“Kebakaran kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Bukit Kuri. Sebagai langkah antisipasi, kawasan wisata itu ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan demi alasan keselamatan,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan fokus kepada pemadaman api. Berdasarkan keterangan warga, api diduga pertama kali muncul dari kawasan puncak bukit, sehingga perlu pemadaman menggunakan water bombing.

“Penanganan dari udara melalui helikopter water bombing, menjadi salah satu cara paling efektif mengingat sulitnya akses menuju Bukit Kuri,” tuturnya.

Disparbud Ketapang mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan untuk lebih peduli terhadap kelestarian kawasan wisata alam. Sehingga kebakaran serupa tidak terulang kembali.

“Kami imbau kepada pengunjung tidak membuang sampah sembarangan maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau,” pungkasnya.