Ketapang

Karhutla di Pelang Membara, Bupati dan Forkopimda Ketapang Ikut Jinakan Api

Avatar photo
Oleh Agus
Ukuran Font
Kecil Besar

KETAPANG – Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ketapang turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ruas Jalan Pelang-Tumbang Titi, Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Minggu (23/8/2026).

Dalam penanganan kebakaran tersebut Bupati ikut proses pemadaman di tengah kepulan asap bersama BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, relawan pemadam kebakaran swasta serta sejumlah unsur terkait.

Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Menurutnya, kolaborasi dalam pemadaman dan pembasahan lokasi kebakaran perlu dilakukan agar karhutla tidak meluas.

“Kami hadir di sini untuk berjuang bersama. Terima kasih dan hormat saya kepada seluruh pejuang karhutla,” ujarnya.

Alex juga berpesan kepada seluruh petugas agar tetap menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.

“Kepada seluruh petugas pemadam kebakaran harus jaga kesehatan dan keselamatan saat bertugas,” ucapnya.

Kondisi terkini Karhutla di Jalan Poros Pelang-Tumbang Titi, Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Senin (24/8/2026)

Selain memadamkan api, Pemerintah Daerah bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ketapang juga menyalurkan bantuan logistik ke Posko Karhutla Pelang. Bantuan berupa air minum, susu, roti, masker, obat-obatan dan tabung oksigen kepada petugas pemadaman.

Selanjutnya, rombongan juga meninjau Posko Kesehatan Dinas Kesehatan di Jalan Pelang, untuk memastikan kesiapan layanan medis bagi petugas maupun warga di sekitar lokasi karhutla.

Ia berharap kondisi karhutla dan kabut asap segera berakhir. Pemkab Ketapang mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gotong royong dan bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran saat musim kemarau.

“Semoga situasi ini segera berakhir agar udara di Kabupaten Ketapang membaik. Mari kita terus menjaga alam yang telah menghidupi kita, merapatkan barisan dalam gotong royong, dan saling melindungi,” pungkasnya.(Adv)