KETAPANG – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sejak sepekan terakhir membuat kabut asap mulai menyelimuti Kabupaten Ketapang.
Kabut asap tersebut kini mulai mengganggu operasional beberapa rute penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (8/8/2026).
Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Donny Suryana Harris mengatakan bahwa sejak pukul 06.50 WIB, jarak pandang di kawasan bandara turun hingga 800 meter akibat kabut asap.
“Ada penurunan jarak pandang yang berdampak pada jadwal penerbangan pagi ini, ada dua penerbangan yang mengalami delay,” katanya kepada wartawan.

Donny menjelaskan penerbangan tujuan Pontianak mengalami keterlambatan sekitar 90 menit dari jadwal yang ditentukan. Sementara penerbangan rute Ketapang-Jakarta terlambat sekitar 30 menit. Kendati demikian, kondisi penerbangan mulai berangsur normal.
“Alhamdulilah Pesawat Fly Jaya dari Halim Perdanakusuma telah berhasil mendarat di Ketapang sekitar pukul 08.30 WIB,” jelasnya.
Sementara itu, pesawat Wings Air dari Pontianak, hingga pukul 09.00 WIB, masih belum tiba di Bandara Rahadi Oesman.
Pihak bandara mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam operasional penerbangan untuk memperhatikan perkembangan jarak pandang akibat kabut asap.
Kondisi tersebut menjadi perhatian seiring meningkatnya aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang dalam satu pekan terakhir.
