PENAJAM — Dokter poli ortodonti RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB), drg. Ernawati N, Sp.Ort, mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap susunan gigi anak sejak usia dini.
Dikatakan, usia 7 hingga 10 tahun merupakan waktu terbaik untuk mengetahui apakah anak memiliki kelainan pada rahang dan giginya ataukah hanya kelainan gigi saja. Jika kelainan pada rahang dan gigi maka otomatis perawatannya akan jauh jauh lebih rumit dibandingkan jika kelainan hanya pada gigi saja namun rahangnya masih normal.
“Di usia itu biasanya sudah mulai terlihat tanda-tanda jika kelainan hanya pada gigi ataukah kelainan pada rahang dan gigi. Dalam istilah ortodonti disebut sebagai maloklusi, artinya susunan giginya tidak rata atau berjejal,” jelasnya, Senin (27/10/2025).
Dia menambahkan, kelainan ini bisa diketahui sejak dini agar dapat dicegah sebelum semakin parah saat anak dewasa. Sejak kecil sudah bisa terlihat rahangnya terlalu besar atau terlalu keci dan pada usia ini perawatan bisa langsung dilakukan dengan mengintervensi dengan alat khusus supaya pertumbuhannya bisa dikontrol.
Dia menyebut, saat ini sudah banyak alat bantu ortodonti untuk anak-anak yang berfungsi menahan laju pertumbuhan rahang yang melebihi normal atau memacu pertumbuhan rahang jika rahang malah tumbuh kurang optimal.
Selain itu, ia juga kerap mengingatkan pasien dewasa yang datang untuk pasang behel agar memperhatikan kondisi gigi anak mereka.
“Kadang pasien usia 35 sampai 40 tahun datang untuk perawatan, saya tanya juga anaknya umur berapa. Supaya sejak kecil bisa diperiksa, jangan sampai terlambat seperti orang tuanya,” ucapnya.
Menurutnya, perawatan sejak dini jauh lebih mudah, cepat, dan hemat dibandingkan ketika kelainan sudah terlanjur berat di usia dewasa. Dalam kondisi tertentu dimana maloklusi sangat parah mungkin bahkan membutuhkan prosedur bedah untuk memperbaiki kondisi tersebut.(Adv/An)
