Kalimantan Timur

Bulog Siapkan Empat Gudang Baru untuk Percepat Distribusi Beras

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Perum Bulog kantor wilayah Kalimantan Timur – Kalimantan Utara menyiapkan pembangunan gudang baru di empat wilayah Kaltim. Rencana tersebut mencakup Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Kota Bontang.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara, Musazdin Said mengatakan, kehadiran gudang tambahan ditujukan untuk memperpendek rantai distribusi beras dari Samarinda menuju daerah penerima.

“Pembangunan gudang kemungkinan mulai direalisasikan tahun depan,” ungkap Musazdin, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, penambahan fasilitas diperlukan karena stok beras Bulog saat ini masih terpusat di Samarinda.

“Pemerataan stok menjadi kebutuhan penting agar pelayanan pangan semakin merata,” tambahnya.

Saat ini, gudang utama Bulog untuk wilayah Kaltim berada di Karang Asam Ulu, Samarinda. Kondisi tersebut membuat pengiriman menuju wilayah yang jauh membutuhkan waktu serta biaya distribusi lebih besar.

Musazdin menyebut gudang baru nantinya berfungsi sebagai titik distribusi di masing-masing wilayah. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membuat penyaluran bantuan pangan lebih cepat ketika masyarakat membutuhkan intervensi segera.

“Jarak pengiriman yang lebih pendek tentu memudahkan penyaluran bantuan pangan,” jelasnya.

Empat wilayah tersebut dipilih karena memiliki kebutuhan terhadap titik penyimpanan yang lebih dekat. Selain mempercepat distribusi, keberadaan gudang juga diproyeksikan membantu Bulog mengendalikan biaya operasional pengiriman.

Menurut Musazdin, gudang tersebut tidak dirancang untuk menyerap produksi beras petani daerah setempat. Fasilitas itu nantinya lebih diarahkan sebagai tempat penyimpanan dan distribusi stok Bulog.

“Fungsi gudang nantinya lebih diarahkan mendukung kelancaran distribusi bantuan,” katanya.

Ia menjelaskan, sebagian hasil pertanian di wilayah calon lokasi masih diperuntukkan bagi konsumsi masyarakat setempat. Karena itu, fungsi gudang distribusi dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan operasional Bulog di daerah tersebut.

Rencana pembangunan fasilitas tersebut menggunakan anggaran pemerintah melalui program nasional pembangunan infrastruktur pascapanen. Program itu menargetkan pembangunan fasilitas pada 100 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Musazdin mengatakan program tersebut juga menyasar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Selain itu, pembangunan diarahkan bagi kabupaten dan kota yang belum mempunyai fasilitas gudang Bulog.

“Pembangunan ini merupakan bagian program pemerintah untuk memperkuat infrastruktur pangan nasional,” pungkas Musazdin.

Topik