MEMPAWAH – Polres Mempawah menaikkan status penanganan kasus dugaan pembakaran lahan yang dikaitkan dengan anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Choirussaib, dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Kenaikan status perkara dilakukan setelah polisi memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan alat bukti, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor).
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan, peningkatan status perkara dilakukan berdasarkan hasil gelar dan pemeriksaan awal yang telah dilakukan penyidik.
“Statusnya sudah kami naikkan berdasarkan hasil perkara awal dari penyidikan yang ada. Dari status penyelidikan menjadi status kepenyidikan,” kata Ade Chandra, Selasa (22/9/2026).
Dalam penanganan perkara ini, polisi tidak hanya menjadikan video yang beredar di media sosial sebagai dasar pemeriksaan. Penyidik juga menggunakan metode Scientific Crime Investigation dengan melibatkan tim Labfor untuk memperkuat pembuktian.
“Secara Scientific Crime Investigation, kami juga telah mengundang tim Labfor dan alhamdulillah sudah dilaksanakan olah TKP lanjutan. Kemudian kami juga telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi-saksi yang lain dan mengumpulkan alat bukti,” ujarnya.
Dari olah TKP lanjutan tersebut, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran. Di antaranya korek api gas, sampel tanah, serta ranting pohon yang terbakar.
“Untuk sementara barang bukti yang ditemukan dari lapangan itu antara lain korek gas yang diduga digunakan. Kemudian juga sampel tanah dan ranting pohon yang terbakar di lokasi tersebut,” kata Ade.
Polisi juga telah memeriksa sekitar empat orang saksi dalam perkara tersebut. Salah satunya adalah Choirussaib yang diperiksa untuk memberikan klarifikasi terkait aktivitas yang terlihat dalam video.
“Kami sudah melakukan pengumpulan alat bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, khususnya yang berada di dalam video tersebut. Untuk sementara kami sudah melakukan pemeriksaan saksi kurang lebih ada empat orang, termasuk dengan anggota DPRD tersebut,” jelas Ade.
Pemeriksaan dilakukan setelah video aktivitas pembakaran lahan beredar luas di media sosial pada Minggu (20/9). Polisi kemudian menerjunkan tim Inafis Satreskrim bersama personel Polsek untuk melakukan pengecekan ke lokasi.
Pihak DPRD Kabupaten Mempawah disebut kooperatif dalam proses pemeriksaan. Bahkan, Choirussaib diantar langsung oleh pihak DPRD ke Polres Mempawah untuk menjalani pemeriksaan awal.
“Dari pihak DPRD Kabupaten Mempawah sangat kooperatif mendukung, bahkan mengantarkan langsung yang bersangkutan ke kami untuk dilakukan proses pemeriksaan klarifikasi awal,” kata Ade.
Sementara itu, Choirussaib sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf setelah video tersebut menjadi sorotan publik.
Dalam video klarifikasinya, Choirussaib menyebut lahan yang terlihat dalam video merupakan miliknya. Ia menjelaskan lahan tersebut sebelumnya telah terbakar dan masih terdapat potongan atau tumpukan kayu yang belum habis terbakar.
Menurut Choirussaib, sisa kayu tersebut kemudian dikumpulkan dan dibakar pada 17 September 2026. Ia menyebut aktivitas pembakaran dilakukan oleh rekannya, sementara dirinya mengaku hanya membuat video ketika aktivitas tersebut berlangsung.
Dalam video yang beredar, aktivitas pembakaran disebut berkaitan dengan persiapan lahan untuk penanaman sekitar 200 bibit kelapa sawit.
Choirussaib mengakui pembuatan video tersebut merupakan kesalahannya karena kemudian beredar luas di media sosial. Sejumlah video berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan yang sebelumnya terdapat di akun TikTok pribadinya juga belakangan telah dihapus.
Meski perkara telah naik ke tahap penyidikan, polisi belum menetapkan Choirussaib sebagai tersangka. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap barang bukti, keterangan saksi, hasil pemeriksaan Labfor, serta informasi dalam video untuk membuat terang rangkaian peristiwa tersebut.
Ade mengatakan seluruh temuan akan dicocokkan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai dugaan pembakaran lahan.
“Akan terus kami kembangkan hal ini agar kita bisa mendapatkan gambaran utuh dari kejadian, dugaan dari pembakaran lahan ini,” pungkasnya.
