PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan pembangunan fisik Jembatan Sungai Riko dimulai tahun ini.
Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap review desain di tingkat provinsi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp8 miliar.
Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan, jembatan penghubung strategis antara Penajam dan Balikpapan itu akan dibangun menggunakan anggaran Kementrian Pekerjaan Umum.
“Sekarang masih review desain. Kita memang belum punya anggaran besar, tapi prosesnya tetap kita dorong. Harapannya bisa dibantu melalui APBN,” kata Mudyat di kantor Bupati PPU, Jalan Provinsi Km 9, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, kehadiran Jembatan Riko tidak hanya mempersingkat akses, tetapi juga berpotensi mengurangi kesenjangan pembangunan antara Penajam dan Balikpapan.
“Kalau jembatan ini terealisasi, konektivitas akan semakin baik. Dampaknya tentu pada pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi,” terangnya.
Di sisi lain, Mudyat mengakui kondisi fiskal daerah saat ini masih menjadi tantangan. Hingga memasuki triwulan kedua, sejumlah proyek pembangunan belum berjalan optimal karena keterbatasan anggaran serta kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga.
“Kita harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Jangan sampai pembangunan berjalan, tapi justru menambah beban utang,” tegasnya.
Selain Jembatan Riko, Pemkab PPU juga terus mengusulkan sejumlah program lain ke pemerintah pusat, di antaranya pembangunan sekolah terintegrasi dan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
