JAKARTA – Menjelang Kongres XXVII Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) yang akan memilih Ketua Umum periode 2026–2030, salah satu kandidat, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca, M.Hum., memaparkan visi, misi, dan program kerjanya kepada komunitas bridge nasional.
Verdianto mengusung tema “Membangun Sistem, Memperkuat Prestasi, Menyatukan Bridge Indonesia” sebagai landasan pencalonannya. Menurut dia, kemajuan bridge nasional harus dibangun melalui organisasi yang kuat, pembinaan berkelanjutan, peningkatan prestasi, serta persatuan seluruh insan bridge.
Dalam pemaparannya, Verdianto menegaskan bahwa pengalaman panjang di bidang kepemimpinan dan manajemen organisasi menjadi modal penting untuk memimpin PB GABSI. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 itu pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Astamaops Kapolri, Asops Kapolri, Kapolda Sulawesi Barat, Kakorpolairud Baharkam Polri, Danpas Pelopor Korbrimob Polri, Karo Ops Polda Metro Jaya, dan Dansat Brimob Polda Sumatera Utara.
“Pengalaman tersebut membentuk gaya kepemimpinan yang disiplin, sistematis, dan berorientasi pada pembangunan organisasi,” ujarnya.
Selain berkarier di institusi kepolisian, Verdianto juga dikenal aktif sebagai pemain bridge yang rutin mengikuti berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Ia mengaku tidak hanya hadir sebagai atlet, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang mendukung penyelenggaraan turnamen, pembinaan generasi muda, dan pengembangan olahraga bridge di Indonesia.
Menurut Verdianto, bridge bukan sekadar permainan kartu, melainkan olahraga yang mengajarkan strategi, disiplin, kerja sama, konsentrasi, serta ketenangan dalam menghadapi tekanan.
Dalam pencalonannya, ia mengusung visi “Mewujudkan Bridge Indonesia yang Modern, Berprestasi, Bersatu, dan Berdaya Saing Internasional”. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam lima misi utama, yakni modernisasi organisasi dan tata kelola PB GABSI, penguatan pembinaan dan regenerasi atlet, penguatan kompetisi nasional yang sehat dan berkelanjutan, peningkatan prestasi internasional berbasis kekuatan tim, serta memperkuat persatuan dan pemerataan pembinaan bridge di seluruh Indonesia.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Verdianto menawarkan lima program prioritas periode 2026–2030. Program tersebut meliputi modernisasi sekretariat PB GABSI melalui digitalisasi administrasi dan basis data nasional, penguatan kompetisi nasional termasuk mengaktifkan kembali Liga Bridge Nasional, reformasi sistem Master Point Nasional berbasis prestasi, program peningkatan prestasi internasional menuju SEA Games, Asian Games, dan Kejuaraan Dunia, serta program pemasyarakatan bridge melalui sekolah, kampus, dan komunitas daerah.
Verdianto menegaskan bahwa pembangunan sistem organisasi yang kuat, peningkatan prestasi atlet, dan penguatan persatuan menjadi tiga fokus utama yang akan dijalankan apabila mendapat amanah memimpin PB GABSI.
Kongres XXVII PB GABSI akan menjadi momentum penting bagi keluarga besar bridge Indonesia untuk menentukan arah pembinaan dan pengembangan olahraga bridge nasional selama periode 2026–2030.(bert)
