Kubu Raya

Serapan Pupuk Subsidi Kalbar Capai 80 Ribu Ton

Avatar photo
Oleh Destriadi Yunas
Ukuran Font
Kecil Besar

KUBU RAYA – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kalimantan Barat masih dalam kondisi aman meski penyaluran kepada petani terus berjalan seiring berlangsungnya musim tanam 2026.

Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia, Wono Budi Tjahyono, mengatakan hingga awal Juni 2026 realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kalimantan Barat telah mencapai sekitar 80 ribu ton.

Jumlah tersebut setara sekitar 44 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi untuk Kalimantan Barat yang mencapai 180 ribu ton sepanjang tahun 2026.

“Penyaluran pupuk di Kalimantan Barat berjalan sesuai kebutuhan petani. Dari total alokasi sekitar 180 ribu ton per tahun, hingga awal Juni sudah terserap sekitar 80 ribu ton,” kata Wono saat menghadiri kegiatan Rembuk Tani di Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, angka penyerapan tersebut menunjukkan distribusi pupuk berjalan lancar dan kebutuhan petani masih dapat dipenuhi dengan baik.

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga terus memberikan dukungan kepada petani melalui kebijakan subsidi pupuk. Salah satunya dengan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang mulai berlaku sejak 2025.

Untuk pupuk urea, harga yang dibayar petani saat ini sekitar Rp1.800 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp2.250 per kilogram. Sementara pupuk NPK juga mengalami penurunan harga sekitar 20 persen.

Wono menjelaskan kebijakan tersebut didukung anggaran subsidi pupuk nasional yang pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp46 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi dengan total alokasi nasional sekitar 8,9 juta ton.

Selain distribusi pupuk bersubsidi, PT Pupuk Indonesia juga menyalurkan bantuan pupuk non-subsidi kepada kelompok tani yang mengikuti kegiatan Rembuk Tani di Kubu Raya.

“Pada kegiatan ini kami menyerahkan sekitar tiga ton pupuk non-subsidi kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wono memastikan petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan pemantauan perusahaan, stok pupuk di Kalimantan Barat maupun wilayah Kalimantan secara umum masih berada pada level aman.

“Di hampir seluruh kabupaten di Kalimantan, ketersediaan pupuk tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan petani,” katanya.

Pupuk Indonesia berharap dukungan subsidi pemerintah, harga pupuk yang lebih terjangkau, serta distribusi yang terjaga dapat mendorong peningkatan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan serapan pupuk yang terus meningkat dan stok yang tetap tersedia, petani di Kalimantan Barat diharapkan dapat menjalankan musim tanam dengan lebih tenang serta meningkatkan hasil produksi untuk mendukung target swasembada pangan nasional.

Topik