Samarinda

Samarinda Resmikan Sejumlah Fasilitas Kesehatan

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meresmikan sejumlah fasilitas kesehatan hasil transformasi pelayanan kesehatan. Peresmian dipusatkan di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak RSUD I.A Moeis, Jalan H.A.M Rifaddin Nomor 1, Samarinda, Senin (31/8/2026).

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, seluruh fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.

Adapun fasilitas yang diresmikan meliputi empat puskesmas, yakni Puskesmas Harapan Baru, Sungai Kapih, Bantuas, dan Mangkupalas

“Puskesmas Harapan Baru menjadi salah satu fasilitas yang mengalami perubahan signifikan setelah dilakukan pembenahan,” jelasnya:

Bahkan, Puskesmas Harapan Baru berhasil meraih akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan. Akreditasi tersebut merupakan tingkatan tertinggi dalam penilaian mutu pelayanan puskesmas.

“Sementara tiga puskesmas lainnya juga telah bertransformasi dengan fasilitas dan konsep pelayanan yang lebih modern,” tambah Andi Harun.

Ketiga puskesmas tersebut kini diarahkan memberikan pelayanan yang lebih baik dan prima kepada masyarakat.

Andi Harun menjelaskan, peresmian sejumlah fasilitas kesehatan dilakukan dalam satu kegiatan untuk meningkatkan efisiensi anggaran. Menurutnya, efisiensi tersebut menjadi bagian dari kebijakan Pemkot Samarinda dalam mengelola anggaran daerah.

Gedung Kesehatan Ibu dan Anak RSUD I.A Moeis yang telah beroperasi (jalia/jurnalborneo)

Selain empat puskesmas, Gedung Kesehatan Ibu dan Anak RSUD I.A Moeis juga menjadi salah satu fasilitas yang diresmikan. Gedung tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi layanan bayi tabung.

“Kita bisa mengembangkan fasilitas ini untuk layanan bayi tabung,” katanya.

Untuk merealisasikan layanan tersebut, diperlukan tambahan fasilitas medis dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp10 miliar hingga Rp12 miliar.

Andi Harun telah meminta pihak RSUD I.A Moeis menyiapkan proposal pengembangan layanan tersebut. Jika kemampuan anggaran memungkinkan, pengadaan fasilitas bayi tabung ditargetkan dapat dilakukan pada tahun depan.

“Siapa tahu tahun depan kita memiliki kemampuan untuk mengadakan fasilitasnya,” tuturnya.

Ia berharap keberadaan layanan tersebut nantinya dapat memudahkan masyarakat Kaltim mendapatkan pelayanan bayi tabung tanpa harus keluar daerah.

Selain fasilitas KIA, Pemkot Samarinda turut meresmikan Gedung Gizi RSUD I.A Moeis. Andi Harun mengatakan, pemenuhan nutrisi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pemulihan pasien.

“Pemulihan pasien tidak hanya ditentukan obat, tetapi juga asupan nutrisi,” pungkasnya.