SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menggagas sejumlah inovasi kreatif dalam upaya percepatan penurunan stunting pada tahun 2024 dan 2025. Berbagai program unik diluncurkan dengan sasaran beragam, mulai dari ibu hamil, baduta, hingga remaja sekolah.
Pada 2024, program unggulan seperti Ayo Etam Berbagi Tigu yang membagikan telur kepada 956 baduta selama 6 bulan serta pemberian madu HDI kepada 100 baduta menjadi sorotan. Ada pula KERABAT PERSIT (Kelas Ibu Hebat Persatuan Istri Tentara) untuk 50 ibu anggota Persit dan CETING PEKA (Cegah Stunting Dengan Pemanfaatan Lahan Pekarangan) yang menyasar 7 RT di Kelurahan Lok Bahu.

Sementara di lingkungan sekolah, program NAGA BERSAMA KOKO CEGAH STUNTING melibatkan Bina Keluarga Remaja (BKR) dan komite sekolah di 23 SMP Negeri untuk membangun kemitraan cegah stunting sejak usia remaja.
Tahun 2025, inovasi berlanjut dengan pemberian Vipalbumin untuk 250 baduta di Samarinda Utara dan Sungai Pinang, serta penguatan program GEMPAR 1000 HPK (Gerakan Edukasi dan Motivasi untuk Pengasuhan Aktif dan Responsif di 1.000 Hari Pertama Kehidupan) yang menargetkan 1.000 ibu hamil dan baduta di 10 kecamatan.
“Intervensi kreatif ini tidak hanya menargetkan gizi, tapi juga membangun kesadaran sejak dini dan mendorong kemandirian keluarga,” jelas Dr. Isfihani.
Inovasi ini juga menjadi bagian dari program Quick Win Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang didukung oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
