SAMARINDA – Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) SAMAQUA milik Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda tidak langsung dipasarkan setelah pabrik selesai dibangun. Produk lokal tersebut harus melalui proses persiapan selama sekitar satu setengah tahun untuk memenuhi seluruh persyaratan perizinan dan pengujian sebelum resmi diluncurkan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan proses panjang tersebut dilakukan agar SAMAQUA benar-benar memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah. Pengurusan perizinan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengujian laboratorium, sertifikasi, hingga memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Proses pengurusan izin hingga siap dipasarkan memerlukan waktu sekitar satu setengah tahun,” ujarnya usai peluncuran SAMAQUA di Pusat Produksi AMDK SAMAQUA IPA Kalhol, Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Rabu (5/8/2026).
Selama proses tersebut BPOM tidak hanya menguji sampel yang dikirim perusahaan. Petugas juga beberapa kali datang langsung ke pabrik tanpa pemberitahuan untuk mengambil sampel serta memeriksa seluruh tahapan produksi.

Menurut Marnabas, inspeksi dilakukan berulang kali untuk memastikan kualitas air dan proses produksi selalu sesuai standar. Pengawasan tersebut tidak berhenti setelah izin diterbitkan karena BPOM dapat melakukan pemeriksaan sewaktu-waktu sebagai bagian dari pengawasan berkala.
“BPOM beberapa kali datang langsung tanpa pemberitahuan untuk memeriksa proses produksi kami,” katanya.
Selain memenuhi persyaratan BPOM, Perumda Tirta Kencana juga melengkapi sertifikasi halal dan berbagai dokumen perizinan lainnya. Perusahaan menerapkan aturan ketat di area produksi, termasuk membatasi akses orang luar serta mewajibkan penggunaan perlengkapan khusus guna menjaga sterilisasi ruangan.
Air baku yang digunakan berasal dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol dan kembali melalui beberapa tahapan penyaringan sebelum dikemas. Seluruh proses pengisian hingga penutupan botol dilakukan menggunakan mesin otomatis tanpa sentuhan tangan untuk meminimalkan risiko kontaminasi.
Saat ini SAMAQUA diproduksi sekitar 300 hingga 350 dus per hari serta sekitar 100 galon. Ke depan, Perumda Tirta Kencana berencana meningkatkan kapasitas produksi seiring bertambahnya permintaan masyarakat dan perluasan jaringan pemasaran di Kota Samarinda maupun daerah sekitarnya.
“Kami tidak ingin hanya cepat dipasarkan, tetapi benar-benar memenuhi seluruh standar kualitas,” pungkasnya.
