Samarinda

SAMAQUA Pastikan Produk Steril Sebelum Dipasarkan

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda menerapkan masa karantina selama 24 jam terhadap seluruh produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) SAMAQUA sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Tahapan tersebut menjadi bagian dari sistem pengendalian mutu untuk memastikan setiap produk bebas bakteri dan tetap memenuhi standar keamanan pangan.

Kepala Pabrik AMDK SAMAQUA IPA Kalhol, Amin Ma’ruf, mengatakan setiap botol maupun galon yang selesai diproduksi tidak langsung didistribusikan. Seluruh produk lebih dahulu disimpan selama satu hari untuk menjalani pengujian kualitas sebelum dinyatakan layak edar.

“Seluruh produk kami karantina selama dua puluh empat jam sebelum dipasarkan kepada masyarakat,” ujarnya usai peluncuran SAMAQUA di Pusat Produksi AMDK SAMAQUA IPA Kalhol, Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan produk tetap steril dan tidak ditemukan pertumbuhan bakteri, air minum langsung dilepas ke pasar. Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, produk akan ditahan untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.

Kepala Pabrik AMDK SAMAQUA IPA Kalhol, Amin Ma’ruf (jalia/jurnalborneo)

Selain menerapkan masa karantina, Perumda Tirta Kencana juga memastikan proses pengemasan berlangsung secara otomatis tanpa sentuhan tangan manusia. Mulai dari pembilasan botol, pengisian air, hingga penutupan kemasan seluruhnya dikerjakan menggunakan mesin untuk meminimalkan risiko kontaminasi.

“Proses pengisian hingga penutupan botol seluruhnya dilakukan otomatis tanpa sentuhan tangan,” katanya.

Amin menjelaskan air baku yang digunakan bukan berasal langsung dari Sungai Mahakam, melainkan air bersih hasil olahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol yang kembali diproses menggunakan sistem penyaringan berlapis. Tahapan tersebut diawali dengan media green sand untuk menyaring kandungan logam, dilanjutkan karbon aktif berbahan arang batok kelapa guna menghilangkan bau dan menjaga cita rasa air.

Setelah itu, air kembali melewati filter bertingkat berukuran 10 mikron, lima mikron, hingga satu mikron sebelum diproses menggunakan teknologi ultra filtration bermembran 0,001 mikron. Air kemudian disterilisasi menggunakan sinar ultraviolet dan diberi tambahan oksigen melalui oxygen generator untuk menjaga kesegaran sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri di dalam kemasan.

Menurutnya, seluruh rangkaian produksi dilakukan menggunakan mesin impor yang mampu menjaga konsistensi kualitas produk. Mesin pengisian memiliki kapasitas hingga 3.000 botol per jam, sedangkan mesin pencetak botol mampu menghasilkan sekitar 2.000 botol per jam.

“Sterilisasi mesin dan ruang produksi selalu kami jaga agar kualitas tetap terjamin,” pungkasnya.

Topik