Samarinda

Rutan Samarinda Overkapasitas, 1.300 Warga Binaan Huni Fasilitas Berkapasitas 450 Orang

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Overkapasitas masih menjadi tantangan utama di Rumah Tahanan Negara Kelas I Samarinda, Jalan Wahid Hasyim II , Samarinda.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, mengatakan, rutan yang semestinya menampung sekitar 450 penghuni kini dihuni sekitar 1.300 warga binaan.

“Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyebaran penyakit sehingga pengawasan kesehatan terus diperketat,” katanya Senin (3/8/2026).

Endang menyebut, seluruh warga binaan akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum ditempatkan bersama penghuni lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya penyakit menular ke lingkungan rutan.

Penghuni yang terdeteksi mengidap tuberkulosis langsung ditempatkan di ruang isolasi. Pemeriksaan rutin juga dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memantau kondisi seluruh warga binaan.

Sebagian besar kasus tuberkulosis diduga sudah dibawa penghuni sebelum memasuki rutan. Pemeriksaan berkala dinilai mampu menekan risiko penularan di dalam lingkungan pemasyarakatan.

“Kemungkinan besar penularan berasal dari luar sebelum warga binaan memasuki lingkungan rutan terlebih dahulu,” katanya.

Endang mengungkapkan Pemerintah Kota Samarinda telah menghibahkan lahan seluas sembilan hektare di kawasan Bayur untuk pembangunan lembaga pemasyarakatan baru. Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas sekitar 2.000 penghuni.

Selain pembangunan di Bayur, pihaknya juga mempertimbangkan penambahan lantai bangunan Rutan Kelas I Samarinda untuk mengurangi kepadatan penghuni. Upaya tersebut dilakukan sembari menunggu pembangunan lapas baru selesai.

“Pembangunan lapas baru di Bayur diharapkan mampu mengurangi persoalan overkapasitas rutan secara bertahap nantinya,” pungkasnya.