KUBAR – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Rosaliyen sangat kecewa dengan sikap perusahaan sawit akibat perbaikan jalan nasional tidak sesuai kesepakatan di wilayah Kecamatan Bentian Besar.
Sebelumnya, pihak perusahaan bersama masyarakat telah menyepakati agar truk -truk pengangkut sawit tidak melintas saat masih proses perbaikan jalan. Namun pihak perusahaan terkesan meremehkan kesepakatan tersebut.
Kerusakan jalan bertambah parah akibat truk melintasi jalan yang dalam proses perbaikan. Bahkan, kondisi jalan saat ini sangat sulit dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Sesuai kesepakatan perusahaan bersama masyarakat dan DPRD Kubar, saat dilakukan perbaikan jalan, truk-truk besar perusahaan sawit tidak boleh melintas. Tapi sekarang sudah melintas kembali, ini kesepakatan kita seperti tak bernilai,” ungkap Rosaliyen kepada Jurnal Borneo, Selasa (22/04/2025) di Sendawar.
Anggota DPRD dari Dapil III Kubar ini menyebutkan, permasalahan jalan tidak akan ada habisnya apabila truk-truk perusahaan sawit melintas saat dilakukan perbaikan. Ia mengkhawatirkan masyarakat akan bersikap anarkis jika tidak ada lagi solusi perbaikan jalan tersebut.
Sebab kata Politisi Partai Golkar ini, pemicu utama kerusakan jalan adalah truk-truk perusahaan sawit yang diduga bermuatan berlebih. Karena umumnya masyarakat sekitar yang melintasi jalan hanya menggunakan kendaraan roda dua dan empat.
“Kan yang menggunakan jalan itu sepenuhnya perusahaan-perusahaan sawit. Kalau masyarakat hanya mobil kecil dan motor. Jalan yang seharusnya untuk kebutuhan masyarakat tapi malah jadi untuk para perusahaan sawit,” paparnya.
Soal perbaikan jalan, tambah Rosaliyen, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil perusahaan-perusahaan sawit yang berada di wilayah Kecamatan Bentian Besar. Sehingga solusi perbaikan jalan dapat terselesaikan bersama masyarakat.(*)
