Kubu Raya

Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman, Harga Pupuk Bersubsidi Turun hingga 20

Avatar photo
Oleh Destriadi Yunas
Ukuran Font
Kecil Besar

KUBU RAYA – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Kalimantan Barat tetap aman dan mencukupi untuk mendukung kebutuhan musim tanam tahun 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia Wono Budi Tjahyono, saat menghadiri kegiatan Rembuk Tani di Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Jumat (5/6/2026).

Menurut Wono, pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian melalui kebijakan subsidi pupuk. Salah satu kebijakan yang dirasakan langsung oleh petani adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang mulai diberlakukan sejak 2025.

“Untuk pupuk urea, harga yang dibayar petani saat ini sekitar Rp1.800 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp2.250 per kilogram. Begitu juga dengan pupuk NPK yang mengalami penurunan harga sekitar 20 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penurunan harga tersebut dimungkinkan berkat dukungan subsidi pemerintah yang pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp46 triliun. Anggaran itu digunakan untuk menjamin pasokan pupuk bersubsidi bagi petani di seluruh Indonesia dengan total alokasi nasional sekitar 8,9 juta ton.

Di Kalimantan Barat sendiri, penyaluran pupuk bersubsidi disebut berjalan sesuai target. Hingga pertengahan tahun, tingkat serapan pupuk telah mencapai sekitar 80 persen dari alokasi yang tersedia.

Selain memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar, Pupuk Indonesia juga memberikan dukungan tambahan kepada petani melalui bantuan pupuk non-subsidi secara gratis kepada sejumlah kelompok tani.

Wono mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian.

“Pada kegiatan ini kami juga menyerahkan sekitar tiga ton pupuk non-subsidi kepada kelompok tani. Bantuan ini diberikan untuk mendukung kebutuhan petani dalam menghadapi musim tanam,” katanya.

Lebih lanjut, ia memastikan petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan pemantauan perusahaan, stok pupuk di Kalimantan Barat maupun wilayah Kalimantan secara umum masih berada dalam kondisi aman.

“Di hampir seluruh kabupaten di Kalimantan, ketersediaan pupuk sudah tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan petani,” ujarnya.

Dengan dukungan subsidi pemerintah, harga pupuk yang lebih terjangkau, serta pasokan yang terjaga, Pupuk Indonesia berharap produktivitas pertanian terus meningkat dan mampu mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pupuk Indonesia menegaskan akan terus mengawal distribusi pupuk hingga ke tingkat petani guna memastikan kebutuhan sektor pertanian terpenuhi.

Ketersediaan stok yang aman serta harga pupuk bersubsidi yang lebih rendah diharapkan dapat membantu petani meningkatkan hasil produksi dan memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Barat maupun secara nasional.

Topik