KETAPANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Pelang-Kepuluk, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa malam (4/8/2026), menelan korban jiwa. Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menerobos kobaran api dan kepulan asap di lokasi kebakaran.
Korban diduga terjebak di dekat titik api akibat jarak pandang yang sangat terbatas karena asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut. Setelah menerima laporan adanya warga yang hilang, tim gabungan yang terdiri dari Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, TNI, dan Polri melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh hangus terbakar. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Ketapang untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam peristiwa yang sama, seorang pria lanjut usia yang sebelumnya dilaporkan hilang di tengah kepungan asap berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut juga menghanguskan dua unit sepeda motor yang diduga digunakan korban.

Berdasarkan informasi di lapangan, kobaran api membesar akibat hembusan angin kencang pada malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan asap semakin pekat dan membatasi jarak pandang di sekitar lokasi kebakaran.
Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran, namun proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai identitas korban meninggal maupun jumlah pasti korban terdampak. Namun berdasarkan keterangan BPBD, terdapat satu korban meninggal dunia dan lima orang lainnya selamat serta sedang menjalani perawatan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran dan kronologi lengkap kejadian masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Pantauan hingga pukul 02.00 WIB, Rabu (5/8/2026), sebagian tim gabungan telah meninggalkan lokasi untuk mempersiapkan operasi pemadaman lanjutan pada pagi hari. Meski demikian, sejumlah personel masih bertahan di lokasi guna memadamkan beberapa titik api yang masih menyala.*
