Kukar

Pria di Mangkurawang Tenggarong Tewas, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Avatar photo
Oleh Alex
Ukuran Font
Kecil Besar

TENGGARONG – Warga Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di pinggir sungai, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Korban diketahui berinisial ASN (38). Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek. Di sekitar lokasi juga ditemukan peralatan serok yang diduga berkaitan dengan aktivitas korban sebelum meninggal dunia.

Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, personel Polsek Tenggarong bersama Polres Kukar langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Benar, sekitar pukul 14.00 lebih kami menerima informasi adanya penemuan mayat laki-laki di pinggir sungai wilayah RT 19 Mangkurawang. Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal,” ujar Nahrawi.

Ia mengatakan kondisi jasad saat ditemukan masih dalam keadaan baik, sehingga diperkirakan korban belum lama meninggal dunia.

“Korban berusia sekitar 38 tahun dengan inisial ASN. Saat ditemukan menggunakan celana pendek dan di lokasi juga terdapat alat pancing,” katanya.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), jenazah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani visum serta pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).

Nahrawi menegaskan hingga kini penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan. Polisi belum dapat menyimpulkan apakah korban meninggal akibat kecelakaan atau faktor lainnya sebelum hasil pemeriksaan medis diterima.

“Untuk penyebab kematian masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan lebih lanjut. Kami belum bisa memastikan detail penyebabnya,” ujarnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan, terutama ketika memancing seorang diri.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai ataupun memancing. Musibah bisa terjadi kapan saja sehingga kewaspadaan tetap diperlukan,” kata Nahrawi.

Hingga proses evakuasi selesai dilakukan, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.