SAMARINDA – Peran perempuan dinilai memiliki posisi yang sangat krusial dalam upaya mewujudkan Generasi Emas 2045. Hal tersebut mengemuka dalam Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (16/12/2025).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalimantan Timur, Noryani Sorayalita, menyampaikan, perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Perempuan ini adalah tiang negara. Dari peran perempuanlah anak-anak kita dibentuk dan diarahkan,” ujar Noryani saat ditemui usai kegiatan.
Ia menjelaskan, keberhasilan pembangunan manusia tidak cukup hanya diukur dari kecerdasan intelektual semata, tetapi juga harus mencakup kecerdasan spiritual dan emosional.
“Kita tidak hanya bicara soal pintar secara akademik, tetapi juga bagaimana anak memiliki nilai moral, spiritual, dan emosional yang kuat,” katanya.
Menurut Noryani, nilai-nilai tersebut paling banyak ditanamkan melalui lingkungan keluarga, khususnya oleh seorang ibu sebagai pendidik pertama anak.
“Ibu itu adalah madrasah pertama bagi anaknya,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menilai peningkatan kapasitas perempuan menjadi hal penting agar peran pengasuhan dan pendidikan anak dapat berjalan secara optimal.
