Samarinda

Pemkot Samarinda Perkuat Pencegahan Karhutla

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memperkuat sinergi lintas instansi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi potensi fenomena El Nino. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Zoom Meeting bersama Polda Kalimantan Timur di Aula Rupatama Lantai 2 Polresta Samarinda, Selasa (4/8/2026).

Rapat koordinasi diikuti unsur Forkopimda, TNI-Polri, organisasi perangkat daerah, BPBD, Basarnas, Kejaksaan, serta instansi terkait. Pertemuan membahas langkah pencegahan karhutla melalui deteksi dini, patroli terpadu, edukasi masyarakat, dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Kalimantan Timur, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat 26 kasus karhutla di Samarinda, tertinggi di Kalimantan Timur. Sementara Kutai Kartanegara mencatat 21 kasus, Kutai Barat dan Penajam Paser Utara masing-masing 20 kasus, Berau 13 kasus, Paser tujuh kasus, Balikpapan enam kasus, Bontang lima kasus, Kutai Timur empat kasus, sedangkan Mahakam Ulu nihil kejadian.

Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri menegaskan seluruh elemen harus meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau. Ia menilai koordinasi antarlembaga menjadi modal penting mengurangi potensi kebakaran lahan di wilayah Samarinda.

“Kebersamaan seluruh pihak memperkuat langkah mencegah kebakaran hutan dan lahan sejak dini bersama,” ujar Saefuddin.

Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri bersama Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar (Polresta Samarinda)

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan maupun membakar sampah karena berpotensi memicu kebakaran meluas. Menurutnya, kepatuhan warga menjadi faktor utama menjaga keselamatan lingkungan selama kondisi cuaca semakin kering.

“Masyarakat jangan membakar sampah maupun lahan demi menjaga keselamatan lingkungan bersama seluruhnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda Hendra A.H. menyampaikan pihaknya terus berkolaborasi bersama BPBD menangani setiap kejadian kebakaran lahan yang mengancam permukiman warga.

Meskipun penanganan karhutla berada dalam koordinasi BPBD, personel Disdamkarmat selalu memberikan dukungan operasional ketika kebakaran berpotensi meluas menuju kawasan permukiman.

“Damkar selalu berkolaborasi bersama BPBD menangani kebakaran lahan yang mengancam permukiman warga,” ujar Hendra.

Ia menambahkan sinergi antarinstansi akan terus diperkuat agar respons terhadap kebakaran lahan berlangsung cepat sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar.