Nasional

‎Mahasiswa Kaltim Tuntut Solusi Karhutla, Antrean BBM dan Listrik

Avatar photo
Oleh Redaksi
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) menggelar aksi unjuk rasa di bawah Fly Over Air Hitam, Samarinda, Kamis (17/9/2026) sore. Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti persoalan pemadaman listrik bergilir, antrean BBM, serta dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

‎Ketua PW KAMMI Kaltimtara, Dedi Nur, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait kondisi yang mereka nilai sebagai krisis energi di Kalimantan Timur.

‎“Hari ini KAMMI menyuarakan kondisi krisis energi di Kaltim. Seharusnya Kalimantan Timur tidak merasakan pemadaman bergilir, justru saat ini merasakan listrik mati. Kita tuntut pertanggungjawaban dari PLN dalam menyediakan energi listrik,” kata Dedi saat menyampaikan orasi.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Kaltimtara menyuarakan suara hati masyarakat yang teraniaya akibat pengelolaan energi dan penanganan karhutla yang tidak becus dari pemerintah.

‎Menurut Dedi, Kalimantan Timur yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sumber daya energi nasional semestinya tidak mengalami gangguan pasokan listrik yang berkepanjangan.

‎Sekitar 50 mahasiswa mengikuti aksi tersebut. Massa membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan dan kritik terhadap kondisi energi serta lingkungan di daerah. Di antaranya bertuliskan “BBM Sulit, Rakyat Menderita, Mahasiswa Melawan” dan “Pemerintah Panen SDA, Rakyat Panen Bencana”.

‎Selain menyampaikan aspirasi, para peserta aksi juga membagikan sekitar 1.000 masker kepada pengendara yang melintas di kawasan Fly Over Air Hitam. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

‎Aksi berlangsung tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi. KAMMI berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan pasokan energi serta penanganan karhutla yang berdampak pada kualitas udara di Kalimantan Timur.(mn)