SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan kebijakan efisiensi anggaran harus benar-benar diterapkan, bukan sekadar menjadi slogan. Menurutnya, penghematan anggaran menjadi salah satu cara pemerintah daerah tetap menjalankan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.
“Kalau kita berhemat dengan cara benar, kegiatan pelayanan publik tetap bisa dilaksanakan,” kata Andi Harun usai meresmikan sejumlah fasilitas kesehatan di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak RSUD I.A Moeis, Jalan H.A.M Rifaddin Nomor 1, Samarinda, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, pengurangan belanja tidak boleh menyasar program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Sebaliknya, penghematan perlu diarahkan terhadap belanja yang dinilai tidak prioritas dan tidak memberikan manfaat signifikan.
Andi Harun secara khusus menyoroti anggaran perjalanan dinas serta belanja makan dan minum pemerintah daerah.
“Perjalanan dinas dan makan minum harus dipangkas secara signifikan,” ujarnya.
Pengurangan belanja tersebut dapat mencapai sekitar 90 hingga 95 persen untuk pos-pos tertentu. Ia bahkan meminta seluruh perjalanan dinas pemerintah daerah dapat diperiksa untuk memastikan manfaatnya bagi masyarakat.
Andi Harun menyinggung adanya perjalanan dinas yang dinilai hanya menghabiskan anggaran tanpa memberikan dampak pembangunan.
“Kalau perlu, semua data perjalanan dinas kita kumpulkan untuk diperiksa bersama,” tegasnya.
Pemeriksaan dapat melibatkan masyarakat, aktivis, hingga aparat penegak hukum apabila ditemukan dugaan pelanggaran.
Kini kebijakan efisiensi perjalanan dinas dan belanja makan minum telah diterapkan di lingkungan Pemkot Samarinda. Menurutnya, penghematan tersebut kemudian dapat dialihkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik.
“Anggaran yang berhasil dihemat bisa kita sisihkan untuk membangun infrastruktur lain,” pungkasnya.
