BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp43 miliar pada tahun 2026, untuk pembangunan folder di wilayah Tanjung Laut.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bahwa itu merupakan sebagai bagian dari upaya penanganan banjir yang kerap melanda Bontang.
Neni memastikan seluruh lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan folder tersebut telah dibebaskan.
Ia menegaskan besarnya anggaran yang dikucurkan harus dimanfaatkan secara maksimal agar persoalan banjir dapat ditangani secara optimal.
“Lahan untuk folder di Tanjung Laut sudah dibebaskan. Tahun ini alhamdulillah sudah dianggarkan Rp43 miliar untuk pembangunannya. Anggaran ini cukup besar, jadi harus betul-betul dimaksimalkan agar banjir di kawasan Rambutan bisa kita atasi dengan baik,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, Neni berharap perencanaan folder juga diarahkan menjadi kawasan urban tourism atau wisata kota.
Menurutnya, konsep tersebut berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya bagi wilayah Rambutan.
Pembangunan folder tahun ini telah masuk dalam skema Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu percepatan realisasi proyek yang sebelumnya telah direncanakan sejak masa kepemimpinan wali kota sebelumnya.
“Mudah-mudahan dengan dukungan Bankeu dari provinsi, pembangunan folder ini bisa segera diselesaikan sesuai rencana,” pungkasnya.
