BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah setempat tetap stabil hingga menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Kota Bontang, Moch Arif Rokhman, mengungkapkan suplai untuk berbagai jenis BBM, terutama yang bersubsidi, masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Hasil evaluasi terbaru yang dilakukan bersama sejumlah instansi terkait, menyebutkan tidak ada tanda-tanda kelangkaan hingga beberapa minggu ke depan.
“Dari hasil pemantauan kami, stok BBM di seluruh SPBU Bontang berada dalam kondisi aman. BBM subsidi khususnya masih bisa memenuhi kebutuhan warga sampai akhir tahun,” jelasnya, Rabu (10/12/2025).
Selama 2025, Bontang menerima kuota BBM subsidi yang cukup besar dari BPH Migas. Jenis solar mendapat alokasi 18.751 kiloliter, sedangkan usulan sebelumnya mencapai 41.681 kiloliter. Untuk Pertalite, kuota yang disetujui adalah 26.907 kiloliter dari usulan 76.768 kiloliter.
Hingga November 2025, penyaluran kepada masyarakat tercatat, yakni solar: 15.568 kiloliter dan pertalite: 22.233 kiloliter. Sehingga, sisa kuota dipastikan masih aman.
“Solar tersisa 3.183 kiloliter dan pertalite tersisa 4.674 kiloliter. Pemakaian bulanan di kota ini juga relatif rendah. Solar biasanya hanya sekitar 1.500 KL per bulan, sedangkan Pertalite sekitar 2.000 kiloliter,” sebutnya.
Sementara itu, BBM non-subsidi seperti pertamax, tidak ada pembatasan kuota. Setiap SPBU menyalurkan sesuai kemampuan dan permintaan pasar. Meski sempat terjadi kendala distribusi beberapa waktu lalu akibat gangguan teknis, pasokan kini telah pulih sepenuhnya.
“Distribusi Pertamax sempat terhambat, tapi itu hanya sementara. Saat ini pengiriman sudah kembali normal, dan stok BBM non-subsidi juga terjamin aman hingga akhir tahun,” tegasnya.
Arif memastikan, baik BBM subsidi maupun non-subsidi tersedia merata di enam SPBU yang beroperasi di Kota Bontang.
“Warga diimbau jangan membeli berlebihan,” tandasnya.
