KETAPANG – Rangkaian perlombaan panjat pinang saat perayaan HUT Ke-80 RI di Kabupaten Ketapang terasa meriah dan menjadi ajang mencari cuan bagi warga Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan.
Hal itu tergambar jelas dari enam pria asal Desa Sungai Besar yang tergabung dalam Tim Kansas yang telah menaklukan panjat pinang di berbagai desa di Kabupaten Ketapang.
Hamidi alias Pitung saat diwawancarai Jurnalborneo mengatakan bahwa dirinya bersama tim Kansas rutin setiap tahun mengikuti panjat pinang yang digelar setahun sekali itu.
“Iya kami rutin setiap tahunnya lomba panjat pinang untuk mencari uang tambahan belanja istri dirumah,” katanya, Sabtu (23/8/2025).


Ia menyebutkan HUT ke-80 RI kali ini, Timnya berhasil mendapatkan hasil Rp5 juta rupiah dan berbagai macam barang-barang kelontong dan sembako.
“Tiga pinang sudah kami taklukkan yakni di Desa Sukaharja, Desa Sungai Jawi dan Desa Sungai Besar. Alhamdulillah dapat Rp5 jutaan dan berbagai macam pernak-pernik hadiah lainnya,” ucapnya.
Saat ditanya mengenai makna kemerdekaan saat HUT ke-80 RI dirinya menyampaikan bahwa arti merdeka sesungguhnya adalah kebahagiaan keluarga dan untuk Indonesia harus merdeka dari koruptor yang selalu korupsi.
“Makna merdeka bagi kami yakni kebahagiaan keluarga dan dari panjat pinang ini kami menggambarkan kemerdekaan, dari perjuangan untuk meraih bendera di puncak pinang,” ujarnya.

Diketahui bahwa panjat pinang tidak sekadar perlombaan, melainkan simbol filosofi perjuangan kemerdekaan bangsa.
Panjat pinang menggambarkan betapa beratnya rintangan yang harus dilalui para pejuang untuk meraih kemerdekaan, yang hanya bisa dicapai dengan kerja sama, kegigihan, dan semangat pantang menyerah.
Hingga saat ini Tim Kansas siap berangkat untuk menaklukkan panjang pinang di Kabupaten Ketapang dan mengharumkan nama Desa Sungai Besar.
“Harapan kami kedepannya kepada panitia panjat pinang agar menyiapkan matras di area bawah, tujuannya agar menghindari cedera parah,” harapnya.
