PONTIANAK – Kebakaran lahan di kawasan Gang Anugrah Sepakat 2, Pontianak, disebut bukan kali pertama terjadi. Ketua RT 01 Gang Anugrah Sepakat 2, Mosleh, mengatakan kawasan tersebut sebelumnya telah mengalami kebakaran sejak sekitar satu bulan lalu.
Menurut Mosleh, kebakaran sempat menjadi parah selama kurang lebih satu pekan. Setelah mendapat bantuan dari pemadam kebakaran dan berbagai pihak, kondisi lahan kemudian dinyatakan relatif aman.
“Kurang lebih satu bulan. Yang awal mulai itu yang parah kurang lebih ada sekitar satu minggu. Setelah itu dibantu oleh Damkar dengan kerja samanya dan pemadam-pemadam lainnya, alhamdulillah sudah aman,” ujar Mosleh.
Namun, kebakaran kembali muncul pada Jumat. Ia menduga api yang muncul kembali merupakan sisa bara dari kebakaran sebelumnya yang masih berada di dalam lahan gambut.
“Mulai terbakar lagi. Itu mungkin sisa-sisanya dari sebelum-sebelumnya yang hidup lagi, maklumlah karena gambut,” katanya.
Mosleh memastikan lahan yang terbakar merupakan lahan kosong. Ia menyebut tidak ada aktivitas warga untuk membuka atau membersihkan lahan sebelum kebakaran kembali terjadi.
“Lahan kosong. Tidak ada istilah warga mau bertanam, mau bertani, tidak ada. Intinya api datang tiba-tiba seperti itulah,” ujarnya.
Menurutnya, api pertama kali terlihat dari arah depan Jalan Sepakat sebelum kemudian menjalar ke area yang lebih luas.
Selain kebakaran, warga juga menghadapi persoalan keterbatasan air. Mosleh mengatakan debit air kolam di sekitar permukiman mulai berkurang, sementara aliran air ledeng juga tidak lancar dalam beberapa hari terakhir.
“Selama beberapa hari ini, kurang satu minggu, kolam ini airnya pun agak kurang. Ledeng pun kurang lancar,” katanya.
Ia mengapresiasi bantuan pemadam kebakaran, kepolisian dan pemerintah dalam menangani kebakaran tersebut. Namun, persoalan ketersediaan air dinilai perlu segera mendapat perhatian.
Mewakili warga RW 07, Mosleh berharap pelayanan air ledeng dapat kembali normal. Sebab, warga selama ini mengandalkan kolam sebagai sumber air cadangan ketika pasokan air ledeng terganggu.
“Harapannya ledeng mohon dikondisikan. Kalau kolam itu kadang ada sebagian yang punya, itu untuk persiapan kalau ledengnya tidak jalan,” ungkapnya.
Ia juga menyebut kualitas air menjadi persoalan tersendiri. Menurutnya, air ledeng maupun sumber air di sekitar kawasan terkadang terasa asin sehingga kurang ideal untuk memenuhi kebutuhan warga.
