PONTIANAK – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program strategis.
Salah satunya melalui kegiatan Entrepreneur Hub Terpadu Kalimantan Barat 2025 yang digelar di Auditorium Universitas Tanjungpura (Untan), Jalan Moh Isa, Pontianak, Kalbar, Senin (2/6/2025).
Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berdaya saing global.
“Ini bukan hanya kegiatan simbolik, tapi titik awal untuk membangun ekosistem wirausaha yang berkelanjutan dan berdampak luas. Saya percaya Kalbar mampu melahirkan wirausaha tangguh yang siap menembus pasar global,” ujar Maman.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Entrepreneur Hub sejalan dengan target nasional untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045.
“Dengan semangat yang sama, kita ingin mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti yang ditargetkan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto,” tambahnya.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Menteri Koperasi dan UKM serta seluruh stakeholder yang terlibat.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Kalbar. Dengan lebih dari 1,2 juta unit UMKM di berbagai sektor, kita perlu memberikan dukungan nyata melalui akses permodalan, pelatihan, inovasi, hingga pemasaran,” tutur Norsan.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar dalam mempermudah perizinan dan akses pembiayaan bagi UMKM, serta mendorong digitalisasi, pendampingan kewirausahaan, dan perluasan jejaring pasar melalui kemitraan.
Entrepreneur Hub 2025 mengusung tema Entrepreneur Journey: Scaling Up dan menghadirkan berbagai kegiatan seperti pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, edukasi digital, dan mentoring bisnis lanjutan.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis program Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP), serta mini expo dari pelaku UMKM binaan.
Gubernur Kalbar juga menyampaikan pentingnya peran kewirausahaan dalam menekan angka pengangguran di daerah. Data BPS menunjukkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalbar per Februari 2025 berada pada angka 4,23 persen, lebih rendah dari TPT nasional sebesar 4,76 persen.
“Mari kita jadikan Kalimantan Barat sebagai rumah ramah bagi wirausaha, tempat berkembangnya talenta kreatif dan pengusaha unggul yang mampu berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Norsan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator percepatan pertumbuhan UMKM di Kalimantan Barat dan memperkuat semangat kolaborasi menuju Indonesia Emas 2045.
