Ketapang

KAWAN Ketapang Salurkan 200 Galon Siap Minum dan 8.000 Liter Air Bersih Gratis ke Warga Sungai Pelang

Avatar photo
Oleh Agus
Ukuran Font
Kecil Besar

KETAPANG – Kemarau panjang mulai menyulitkan warga Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, untuk mendapatkan pasokan air bersih dan air minum.

Hampir 60 hari tanpa hujan membuat sumber air yang selama ini digunakan warga semakin terbatas. Sebagian warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut mendorong Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang turun langsung menyalurkan 200 galon air minum dan 8.000 liter air bersih gratis kepada warga di Desa Sungai Pelang.

Air minum dibagikan dari rumah ke rumah. Bantuan tersebut dibeli menggunakan dana swadaya anggota KAWAN Ketapang yang dikumpulkan melalui iuran.

Ketua KAWAN Ketapang Agustiandi mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian anggota setelah melihat langsung kesulitan warga mendapatkan air.

“Sebagai wartawan kami sering memberitakan persoalan masyarakat. Ketika melihat warga mulai kesulitan mendapatkan air, kami bergerak untuk membantu meskipun hanya sebatas air minum dan air bersih,” katanya.

Air galon siap minum yang dibagikan kepada warga di Jalan Pelang-Tumbang Titi

Menurutnya, kemarau tidak hanya meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Agustiandi menyadari bantuan tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga, namun setidaknya langkah kecil itu dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memantik kepedulian pihak lain.

“Kami ingin memulai dari apa yang bisa kami lakukan. Meskipun tidak besar, kami harap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya aksi nyata yang dilakukan oleh KAWAN Ketapang dapat bermanfaat bagi warga Desa Sungai Pelang.

“Terimakasih untuk rekan-rekan wartawan dan semua pihak yang membantu proses pengadaan dan penyaluran air kepada warga ini. Semoga air gratis ini dapat bermanfaat,” harapnya.

Warga Sungai Pelang Purwati saat diwawancarai

Selanjutnya, salah seorang warga Pelang, Purwati (60), menyampaikan bahwa dalam sehari konsumsi air minum sekitar dua galon. Ia juga mengaku kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Musim kemarau sejak dua bulan ini memang susah air. Kami biasa membeli air galon,” ujarnya.

Kebutuhan air meningkat selama musim kemarau. Pengeluaran untuk membeli air menjadi kebutuhan tambahan bagi keluarga.

Hal serupa disampaikan Ansari (67). Ia mengungkapkan bahwa keluarganya yang berjumlah lima orang kini membutuhkan lebih banyak air minum karena cuaca panas.

“Kami memang sedang kekurangan air minum. Selama ini beli air dan diantar ke sini. Kalau musim panas sekarang ini, minum lebih banyak. Jadi kebutuhan air juga bertambah,” ungkapnya.

Warga lainnya, Sugiarti (50) menjelaskan sumber air yang selama ini digunakan warga mulai sulit diandalkan lantaran mulai mengering dan mengandalkan sumur bor yang airnya kuning.

“Air sekarang susah. Sudah dua bulan tidak hujan, sumber air juga semakin berkurang. Untuk air minum kami harus membeli,” jelasnya

Menurut Sugiarti dan warga sekitar, bantuan air bersih dan air minum yang disalurkan oleh KAWAN Ketapang cukup membantu memenuhi kebutuhan warga.

“Terima kasih kepada KAWAN Ketapang. Air ini sangat membantu kami. Mudah-mudahan nanti hujan turun dan keadaan kembali normal,” pungkasnya.