Ketapang

Karhutla di Lahan Gambut Pontianak Sulit Dipadamkan, Air Jadi Kendala Utama

Avatar photo
Oleh Destriadi Yunas
Ukuran Font
Kecil Besar

PONTIANAK – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kota Pontianak. Kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman cukup sulit karena api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bagian bawah tanah.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan, pihaknya bersama BPBD, pemadam kebakaran pemerintah maupun swasta terus melakukan pemantauan dan pemadaman agar api tidak semakin meluas.

Menurutnya, kondisi kebakaran berubah cukup cepat. Sebelum Salat Jumat, api masih terlihat berada di satu titik. Namun setelah Salat Jumat, api telah merambat ke area lainnya.

“Tadi siang sebelum Jumatan dilihat oleh adik-adik mahasiswa yang bagian penyuluhan, titik api hanya di sana. Ternyata setelah Jumatan sudah sampai merambat ke sini,” ujar Endang, saat ditemui di Gang Anugrah, Jalan Sepakat II, Pontianak, Kalbar, Jumat (28/8/2026).

Ia menjelaskan, karakteristik lahan gambut membuat api sulit dideteksi. Meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan, bara api masih dapat menjalar di bawah permukaan tanah.

“Karakteristiknya lahan gambut dan api menjalar melalui bawah, sehingga tidak terlihat,” katanya.

Petugas pun harus berpindah-pindah lokasi untuk mengejar titik api yang kembali muncul.

Endang menyebut luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1 hingga 2 hektare. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan sumber air di lokasi.

“Teman-teman tenaganya luar biasa, didukung peralatan juga alhamdulillah masih ada, tapi airnya tidak ada,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Endang mengatakan telah berkoordinasi dengan Wali Kota Pontianak terkait rencana pembangunan sejumlah sumur bor di sekitar lokasi yang rawan kebakaran.

Pembuatan sumur bor diharapkan dapat mempermudah petugas pemadam dan relawan mendapatkan sumber air terdekat ketika terjadi kebakaran.

“Kita akan didukung oleh Bapak Wali Kota untuk pembuatan sumur-sumur bor. Tujuannya untuk memudahkan para pemadam api, relawan-relawan dan semuanya untuk mengambil titik air terdekat,” jelasnya.

Selain penanganan di lapangan, Endang berharap hujan segera turun sehingga lahan gambut kembali basah dan dapat membantu meredakan titik-titik api yang masih berada di bawah permukaan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan agar hujan segera turun, mengingat keterbatasan air menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran lahan di wilayah tersebut.