Kalimantan Timur

Kaltim Dorong Inseminasi Buatan untuk Tingkatkan Populasi Sapi

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong optimalisasi teknologi reproduksi ternak untuk meningkatkan populasi sapi di daerah. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memperluas program inseminasi buatan (IB) di tingkat peternak.

Kabid Perbibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan DPKH Kaltim, Ihyan Nizam, mengatakan pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam mempercepat peningkatan populasi dibanding hanya mengandalkan penambahan bibit.

“Inseminasi buatan jadi strategi utama peningkatan populasi,” ujarnya, saat dikonfirmasi lewat telepon, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, teknologi IB tidak hanya menambah jumlah ternak, tetapi juga memperbaiki kualitas genetik sapi yang dimiliki peternak.

“Kualitas genetik ternak bisa meningkat lebih cepat,” katanya.

Selain mendorong IB, pemerintah tetap melakukan pengadaan bibit sebagai langkah penyeimbang untuk menjaga ketersediaan ternak di lapangan.

“Penambahan bibit tetap dilakukan secara bertahap,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan populasi harus berjalan seiring dengan produktivitas agar hasil yang diperoleh lebih optimal.

“Produktivitas ternak juga harus ditingkatkan,” jelasnya.

Di sisi lain, penguatan perbibitan juga dilakukan melalui optimalisasi peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai pusat pengembangan bibit unggul.

“UPT jadi pusat pengembangan dan distribusi bibit,” ujarnya.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap peternak dapat memperoleh akses terhadap bibit berkualitas dan teknologi yang mendukung peningkatan produksi.

Dengan penguatan di sektor perbibitan, Kalimantan Timur diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pasokan daging dari luar daerah sekaligus memperkuat kemandirian pangan di masa mendatang.