Peristiwa

Jerebu Selimuti Kuching, IPU Capai 177 dan Sekolah di 4 Daerah Ditutup

Avatar photo
Oleh Destriadi Yunas
Ukuran Font
Kecil Besar

KUCHING – Kabut asap atau jerebu masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sarawak, Malaysia, Jumat (21/8/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas udara di Kuching berada pada kategori tidak sehat.

Mengutip Berita RTM Sarawak, indeks pencemaran udara (IPU) di Kuching hingga tengah hari mencapai 177, yang masuk kategori tidak sehat.

Pantauan kru RTM Sarawak di sejumlah lokasi di Bandaraya Kuching juga mendapati kabut asap putih terlihat jelas di beberapa kawasan utama kota.

Kondisi jerebu tersebut dipengaruhi cuaca kering, asap dari pembakaran terbuka, serta kabut asap lintas batas.

Dampak kondisi udara tidak sehat juga dirasakan di sektor pendidikan. Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak menutup sekolah di daerah Kuching, Padawan, Serian, dan Samarahan pada 20 hingga 21 Agustus 2026.

Kabut asap atau jerebu masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sarawak, Malaysia, Jumat (21/8/2026). (RTM Sarawak)

Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa serta warga sekolah dari paparan udara yang tidak sehat.

Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui Pembelajaran dan Pengajaran dari Rumah (PdPR).

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, diminta membatasi aktivitas di luar ruangan.

Kabut asap atau jerebu masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sarawak, Malaysia, Jumat (21/8/2026). (RTM Sarawak)

Masyarakat juga disarankan menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar, serta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

Kondisi kabut asap di Sarawak menjadi perhatian karena sebelumnya terdapat informasi mengenai pergerakan asap lintas batas dari wilayah Kalimantan menuju Sarawak.

Namun, sumber kabut asap tidak serta-merta berasal dari satu wilayah karena faktor pembakaran lokal dan kondisi cuaca juga dapat memengaruhi kualitas udara.

Pemerintah Sarawak bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara, khususnya di wilayah yang mencatatkan indeks pencemaran udara pada kategori tidak sehat.