Kalimantan Timur

Jelang HUT Ke-80 RI, Pedagang Keluhkan Saya Beli Warga Lesu

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, harga bahan pangan di Kota Samarinda terpantau tidak mengalami gejolak berarti. Namun, kondisi ini belum mampu mendorong peningkatan daya beli masyarakat yang justru cenderung melemah.

Hal ini terjadi Pasar Segiri, Samarinda yang menunjukkan komoditas seperti telur, sayuran, dan sebagian besar bahan pokok berada di kisaran harga normal. Bahkan, pada beberapa jenis, harga tercatat menurun.

Nurul Bahar, pedagang telur setempat, mengungkapkan harga telur asal Sulawesi dan Surabaya masih stabil. Untuk pasokan dari Surabaya, harga malah sedikit terkoreksi turun.

Pasokan telur di pasar Segiri.
Pasokan telur di pasar Segiri.
Nurul Bahar, pedagang telur Pasar Segiri, Samarinda (jalia/jurnalborneo)
Nurul Bahar, pedagang telur Pasar Segiri, Samarinda (jalia/jurnalborneo)
Pedagang sembako dan sayur pasar Segiri Samarinda, Mama Tegar, (jalia/jurnalborneo)
Pedagang sembako dan sayur pasar Segiri Samarinda, Mama Tegar, (jalia/jurnalborneo)

“Penjualan per hari rata-rata 50 ikat atau sekitar 300 piring. Tapi dibanding tahun-tahun sebelumnya, pembeli berkurang, mungkin karena kondisi ekonomi,” jelasnya Senin (11/8/2025).

Senada, pedagang sembako dan sayur, Mama Tegar, mengatakan sebagian besar harga sayuran bertahan. Namun, tomat dan cabai justru turun drastis.

“Tomat dulu sempat sampai Rp37 ribu per kilogram karena stok tipis. Sekarang panen lokal dan kiriman luar daerah melimpah, jadi harga jatuh,” terangnya.

Meski harga lebih murah, ia mengaku pembelian tidak meningkat.

“Orang beli seperlunya saja. Penjualan menurun dari bulan lalu. Untung masih ada pesanan catering yang menutup kekurangan,” ujarnya.

Stabilnya harga pangan memberi nafas lega bagi masyarakat, tetapi bagi pedagang, lesunya daya beli tetap menjadi pekerjaan rumah. Para pelaku pasar berharap penjualan dapat berangsur membaik seiring pemulihan ekonomi di bulan-bulan mendatang.