MAMUJU – Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Kongres XXVII Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) resmi menetapkan dua calon Ketua Umum PB GABSI periode 2026–2030. Keduanya adalah Dr. Ir. Isradi Zainal, ST., MT., SH., MH., MM., DESS., M.KKK., IPU., ASEAN Eng dan Komjen Pol (Purn) Verdianto Iskandar Bitticaca.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 001/GABSI-TPP/VIII/2026 tertanggal 4 Agustus 2026. Keputusan diambil setelah TPP melakukan evaluasi terhadap bakal calon yang mendaftar dan menggelar rapat pada 3 Agustus 2026.
Selanjutnya, pemilihan Ketua Umum PB GABSI akan dilaksanakan dalam Kongres XXVII PB GABSI yang dijadwalkan berlangsung di Mamuju, Sulawesi Barat, pada 20–21 September 2026.
Dengan adanya dua kandidat yang memenuhi syarat, anggota GABSI dari seluruh Indonesia akan memiliki pilihan dalam menentukan pemimpin organisasi untuk empat tahun mendatang. Kehadiran lebih dari satu calon juga mencerminkan berlangsungnya mekanisme demokrasi dalam organisasi olahraga nasional.
Ketua umum terpilih nantinya akan menghadapi sejumlah tantangan strategis, di antaranya meningkatkan prestasi bridge Indonesia di tingkat internasional, memperkuat pembinaan atlet muda, memperluas digitalisasi organisasi, meningkatkan jumlah pemain dan klub aktif, serta memperkuat sinergi antara PB GABSI dengan pengurus provinsi maupun kabupaten/kota.
Selain itu, kepemimpinan baru juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan bridge Asia dan dunia. Harapan tersebut didukung oleh potensi besar yang dimiliki Indonesia, termasuk tradisi prestasi internasional, sumber daya manusia yang berkualitas, dan komunitas bridge yang tersebar di berbagai daerah.
Kongres XXVII PB GABSI diharapkan berlangsung lancar, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa olahraga bridge Indonesia semakin maju. Setelah proses pemilihan selesai, seluruh elemen organisasi juga diharapkan tetap menjaga persatuan dan bersama-sama mendukung program pembinaan demi kemajuan bridge nasional.*(Bert Toar Polii)
