Pontianak

Diduga Temukan Titik Jatuh PK-CFX di Sekadau, SAR Fokus Siapkan Evakuasi

Avatar photo
Oleh Destriadi Yunas
Ukuran Font
Kecil Besar

PONTIANAK – Upaya pencarian helikopter PK-CFX yang hilang kontak di wilayah Kalimantan Barat mulai menunjukkan titik terang. Berdasarkan hasil pemantauan udara, Tim SAR gabungan menduga telah menemukan lokasi jatuhnya helikopter tersebut di kawasan perbukitan Kabupaten Sekadau.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengungkapkan indikasi tersebut terlihat saat tim melakukan penyisiran menggunakan helikopter Super Puma milik TNI Angkatan Udara.

Dari pantauan itu, tim melihat serpihan yang diduga merupakan bagian dari badan helikopter PK-CFX. Meski demikian, kepastian masih menunggu verifikasi langsung di lokasi.

“Dari udara terlihat adanya puing-puing yang diduga bagian dari helikopter tersebut,” ujarnya, saat konferensi pers di Kantor SAR Pontianak, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalbar, Kamis (16/4/2026).

Saat ini, fokus utama tim adalah mempersiapkan proses evakuasi menuju titik yang dicurigai sebagai lokasi jatuh. Namun, kondisi geografis menjadi tantangan serius. Area yang berada di perbukitan dengan akses terbatas, ditambah cuaca hujan, membuat proses evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal.

“Kendala di lapangan cukup berat, medan terjal dan cuaca hujan,” jelasnya.

Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel, tim SAR merencanakan evakuasi darat akan dilakukan pada Jumat (17/4/2026) pagi, sembari terus memantau perkembangan kondisi cuaca.

Sebelumnya, helikopter dengan registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak pada Kamis pagi sekitar pukul 08.39 WIB, saat terbang dari Kabupaten Sintang menuju Kota Pontianak. Sinyal terakhir terdeteksi di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Laporan awal diterima pihak SAR dari AirNav Indonesia sekitar pukul 10.40 WIB. Berdasarkan data koordinat, lokasi perkiraan kejadian berada di titik 00°12’00” LS – 110°44’00” BT, atau sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang.

Sejak laporan diterima, tim gabungan langsung bergerak. Personel dari Sintang menjadi yang pertama menuju lokasi, disusul tambahan sekitar 20 personel dari Pontianak untuk memperkuat operasi pencarian.

Hingga kini, kondisi helikopter dan jumlah serta nasib kru di dalamnya masih belum dapat dipastikan. Proses pencarian terus berlangsung dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan.