Pontianak

Batu Bara dan Nikel Bisa Habis, Masa Depan Indonesia Ditentukan Kualitas SDM

Avatar photo
Oleh Destriadi Yunas
Ukuran Font
Kecil Besar

PONTIANAK – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam seperti batu bara dan nikel tidak akan bertahan selamanya. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia dinilai menjadi faktor utama yang menentukan masa depan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat berdialog dengan awak media di Aming Coffee, Jalan Putri Candramidi, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada eksploitasi sumber daya alam tanpa mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Batu bara akan habis, nikel juga akan habis. Kalau anak-anak kita tidak sehat dan tidak memiliki kualitas yang baik, Indonesia bisa menjadi semakin lemah di masa depan,” katanya.

Ia menilai investasi terbesar bangsa saat ini harus diarahkan pada pembangunan kualitas manusia, termasuk pemenuhan gizi anak dan peningkatan kualitas pendidikan.

Zulhas menegaskan persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi dan distribusi bahan makanan, tetapi juga menyangkut kualitas generasi penerus bangsa.

Menurutnya, anak-anak yang mengalami kekurangan gizi akan menghadapi hambatan dalam perkembangan fisik maupun kemampuan belajar, sehingga sulit bersaing dengan negara lain.

“Kalau gizinya tidak cukup, perkembangan otak dan fisiknya tidak optimal. Ini bukan hanya soal makanan, tetapi menyangkut masa depan Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun ekonomi yang kuat hingga ke tingkat desa melalui pemberdayaan petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha kecil.

Pemerintah berharap pembangunan sumber daya manusia yang didukung ketahanan pangan dan ekonomi desa yang kuat dapat menjadi fondasi Indonesia dalam menghadapi persaingan global di masa mendatang.

Menurut Zulhas, kekayaan alam dapat menjadi modal pembangunan, namun kualitas sumber daya manusia tetap menjadi penentu utama keberhasilan bangsa dalam jangka panjang.

Topik