PONTIANAK – Kebakaran lahan gambut di Kota Pontianak kembali menjadi perhatian. Selain sulit dipadamkan, api pada lahan gambut juga dapat menjalar di bawah permukaan tanah meski bagian atas terlihat sudah tidak terbakar.
Hal tersebut disampaikan Iptu Furqon Saibatin Singajuru, mahasiswa S2 STIK-16 yang tergabung dalam Satgas Edukasi Penyuluhan Karhutla di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat.
Furqon bersama empat mahasiswa lainnya ditugaskan di Kota Pontianak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Saat berada di lokasi kebakaran, Furqon melihat langsung perubahan kondisi lahan dalam waktu singkat.
Ia mengatakan, sebelum Salat Jumat, kebakaran masih terlihat hanya berada di satu titik. Namun ketika kembali ke lokasi bersama Kapolresta Pontianak setelah Salat Jumat, area yang terbakar telah meluas.
“Tadi kami datang ke sini sebelum Jumatan dan saat itu satu titik api masih cuma satu. Tapi setelah Jumatan kita ke sini bersama Bapak Kapolres, wilayah ini sudah berubah semua jadi abu,” ujarnya.

Menurut Furqon, karakteristik gambut menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemadaman lebih sulit.
“Kalau lahan gambut, di atasnya ini sudah kelihatan tidak terbakar, tapi di bawahnya apinya masih hidup,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat petugas harus terus memastikan titik-titik api benar-benar padam. Sebab, api yang berada di bawah permukaan dapat kembali muncul dan menjalar ke area lainnya.
Furqon menambahkan, kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian turut mempercepat pergerakan api.
“Apalagi kalau didukung sama angin kencang seperti hari ini. Tadi anginnya lumayan kencang, jadi otomatis titik api yang berawal dari satu titik di sana bergeser ke sini,” katanya.
Selain melakukan pemadaman bersama berbagai pihak, Furqon dan tim juga menjalankan tugas utama berupa penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla.
Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat serta dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya menangani kebakaran lahan di kawasan tersebut.
