Edukasi

50 Sekolah Negeri di Kaltim Siap Terapkan Kelas Bilingual

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mendorong percepatan penerapan Kelas Bilingual di sekolah-sekolah negeri. Hingga pertengahan tahun 2025, lebih dari 50 sekolah di Kaltim telah mendaftar dan tengah bersiap untuk mengimplementasikan program ini secara bertahap.

Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menjelaskan, program ini bertujuan memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dalam proses pembelajaran.

“Kalau anak-anak sudah bisa bahasa Inggris, guru harus memfasilitasi. Bisa lewat tugas, presentasi, atau laporan dalam bahasa Inggris. Tidak harus semua pelajaran diganti bahasanya, tapi beri ruang mereka tampil,” jelas Armin.

Kelas Bilingual dirancang agar siswa terbiasa menggunakan bahasa asing dalam konteks akademik. Menurut Armin, penguasaan bahasa asing bukan hanya pelengkap, tetapi faktor kunci agar siswa mampu bersaing di dunia global, termasuk dalam menghadapi tantangan di era Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kadang anak yang biasa saja, tapi bisa bahasa Inggris, dia lebih menonjol. Anak-anak pintar kita, kalau tidak dibekali ini, bisa tertinggal. Makanya kita siapkan mereka untuk terbiasa bicara di depan forum, pakai bahasa asing,” ujarnya.

Sebagai bentuk penguatan program, Disdikbud juga nantinya akan menyiapkan uji kemampuan bahasa asing dengan standar internasional seperti TOEFL, IELTS, TOEIC, dan SAT, terutama bagi siswa yang berminat melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Kita ingin suatu saat ada satu kelas penuh di sekolah negeri yang menggunakan full bahasa Inggris. Itu target kita ke depan,” tambah Armin.

Ia juga menegaskan, penguatan bahasa asing tidak hanya berlaku untuk siswa yang ingin kuliah di luar negeri. Mereka yang ingin bekerja atau kuliah di dalam negeri juga tetap perlu dibekali dengan kemampuan komunikasi internasional.

Armin berharap program ini bisa mempercepat kesiapan SDM Kaltim dalam menyambut era kompetisi terbuka, terutama sebagai penyangga utama pembangunan IKN.