Bontang

Viral! Siswa SMAN 1 Bontang Berhasil Melaju Hingga Nasional di Festival Lomba Seni Nasional

Avatar photo
Oleh Nur Sa'adah
Ukuran Font
Kecil Besar

BONTANG – Viral di tiktok hingga tembus 18.5M penayangan, pemilik akun tiktok @fansnyazee itu ternyata putra daerah asli Bontang.

Video yang memuat tentang keberhasilan seseorang setelah proses panjang  itu banyak disukai hingga 2.4M Like.

Dalam wawancara bersama Jurnal Borneo, remaja yang memiliki nama asli Yusuf Hanif Kalumata menjelaskan, video itu berisikan tentang kemenangannya yang menjuarai lomba film pendek pada FLS2N (Festival Lomba Seni Nasional), Rabu (24/8/2022) di Tenggarong, Kalimantan Timur.

“Lombanya udah setahun yang lalu, cuman baru viral sekarang. Setelah saya upload di tiktok, ditambahkan dengan lagu dan template capcut yang sedang viral juga.” terangnya. 

Momen penuh suka cita, mendapat Juara 1 Lomba Nasional video pendek
Momen penuh suka cita, mendapat Juara 1 Lomba Nasional video pendek

Ucup, nama panggilan dari pemilik video viral tersebut menjelaskan, dirinya sebagai ketua kelompok bersama enam anggota lainnya bekerjasama menggarap film dengan judul “Kepohonan”.

Film ini menceritakan tentang sebuah kepercayaan masyarakat Kalimantan, dimana ada seorang murid SMA bernama Ucup, yang ditawari makanan oleh tuan rumah ketika dia hendak pulang, tapi Ucup tak menghiraukannya.

Akibatnya, hal-hal buruk terjadi selama perjalanan pulang. Segera Ucup kembali ke rumah tersebut dan mencicipi makanan milik tuan rumah, sebelum akhirnya dia kembali pulang kerumahnya.

“Kami bertujuh, ada Saya, Belva, Gladis, Salsabila, Aisyah, Nabila, dan Yustika. Kita punya job desk masing-masing dalam pembuatan film ini. Dan yang berangkat ke Tenggarong cuman berdua, Saya sebagai ketua dan Belva sebagai anggota.” beber remaja 17 tahun itu.

Proses pembuatan video pendek ucup dan tim
Proses pembuatan video pendek ucup dan tim

Setelah menjuarai di tingkat provinsi, Ucup dan kawan-kawannya melanjutkan ke tahap nasional. Mereka kembali membuat dan menggarap film baru untuk dikirim ke nasional.

“Filmnya berjudul Gantar, kemudian kita kirim, karena perlombaannya secara daring. Sayangnya, kita tidak juara, cuman finalis aja.” imbuhnya.

Ketujuh remaja asal SMAN 1 Bontang itu berhasil menunjukkan prestasinya dan memboyong predikat juara 1 tingkat provinsi.

Meskipun di tingkat nasional mereka gagal menjadi juara, namun proses hingga menuju tahap ini merupakan pengalaman dan pelajaran berharga.

Sukses tidak hanya didefinisikan dengan sebuah peringkat juara. Bagi remaja-remaja ini, mereka telah sukses dengan menciptakan sebuah karya dengan membawa nilai-nilai daerahnya.

Kini, ketujuh remaja tersebut telah tumbuh dan terus melanjutkan mimpi-mimpi mereka lainnya.

“Kami sudah lulus SMA tahun ini dan kami semua berencana kuliah di universitas impian masing-masing.” tututpnya.

Berikut Link Short Film “Kepohonan”:

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib ditandai *