PONTIANAK – Belum usai gaung Polytron Pontianak International Challenge 2026, Kota Pontianak langsung bersiap menyambut turnamen bulutangkis dengan level yang lebih tinggi.
Pada 1–6 September 2026, Pontianak kembali menjadi panggung bulutangkis internasional melalui Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, turnamen yang masuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 100.
Turnamen yang berlangsung di GOR Terpadu Ayani Pontianak ini menawarkan total hadiah sebesar US$120.000. Selain memperebutkan gelar juara dan hadiah, para pemain juga berkesempatan mengumpulkan poin ranking BWF untuk memperbaiki posisi mereka di peringkat dunia.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, mengatakan peningkatan level turnamen menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Pontianak sebagai tuan rumah.
Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100.
“Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat Pontianak dapat kembali menyaksikan pertandingan dengan persaingan yang lebih ketat,” ujar Yuni, dalam konferensi pers di Hotel Aston, Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalbar, Senin (31/8/2026).
Menurut Yuni, antusiasme masyarakat pada Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi modal penting untuk menyambut turnamen berikutnya.
Ia berharap atmosfer pertandingan kembali meriah, terlebih harga tiket Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 tetap dipatok Rp20.000.
Dengan harga tersebut, masyarakat bisa menyaksikan pertandingan bulutangkis internasional dengan level kompetisi yang lebih tinggi tanpa harus membayar lebih mahal.
Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makan dan minum senilai Rp10.000.
Tiket dapat dibeli secara online melalui 2tiket.com maupun di Ticket Box yang tersedia di GOR Terpadu Ahmad Yani.
Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat, Joko Sularso, menyambut positif penyelenggaraan dua turnamen internasional secara berurutan di Pontianak.
Menurutnya, peningkatan level menjadi BWF World Tour Super 100 menunjukkan Pontianak memiliki potensi dan kapasitas untuk menjadi salah satu kota penyelenggara event bulutangkis internasional.
“Ini momentum yang sangat baik untuk bulutangkis di Kalimantan Barat. Dalam waktu yang berdekatan, Pontianak dipercaya menggelar dua turnamen internasional dan sekarang meningkat ke level BWF World Tour Super 100,” kata Joko.
Ia berharap kehadiran pemain nasional dan internasional juga memberikan dampak positif terhadap pembinaan atlet-atlet muda Kalimantan Barat. Para atlet muda dapat melihat langsung kualitas pertandingan di level internasional sekaligus mendapatkan motivasi untuk berkembang.
Dukungan terhadap turnamen ini juga menjadi bagian dari komitmen Polytron dalam membawa pertandingan bulutangkis internasional lebih dekat kepada masyarakat.
Public Relation Manager Polytron, Kenny Meigar, mengatakan Polytron bangga dapat melanjutkan dukungan yang sebelumnya diberikan pada level International Challenge dan kini meningkat ke level BWF World Tour Super 100.
“Kami bangga dapat melanjutkan dukungan yang sebelumnya kami berikan di level International Challenge dan kini meningkat ke level BWF World Tour Super 100,” ujar Kenny.
