Internasional

Trump Beri Sinyal Keras: Kuba Bisa Jadi Fokus AS Setelah Iran

Avatar photo
Oleh Redaksi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa Cuba bisa menjadi fokus berikutnya dalam kebijakan luar negeri Washington setelah konflik dengan Iran selesai.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menerima kunjungan klub sepak bola Inter Miami CF, juara Major League Soccer 2025, di Gedung Putih.

Trump mengatakan bahwa pemerintahannya ingin menyelesaikan konflik Iran terlebih dahulu, namun menegaskan bahwa langkah terhadap Kuba hanyalah “masalah waktu”.

Trump juga memuji Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang memiliki keturunan Kuba, dan menyebutnya telah melakukan pekerjaan luar biasa terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Havana.

Dalam beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Kuba melalui sanksi ekonomi dan pembatasan pasokan energi. Langkah tersebut memperparah krisis ekonomi di negara pulau Karibia itu, yang juga mengalami pemadaman listrik dan kekurangan bahan bakar.

Pernyataan Trump memicu spekulasi bahwa Kuba bisa menjadi agenda geopolitik berikutnya bagi Washington setelah konflik di Timur Tengah.

Ukuran Font
Kecil Besar