BONTANG – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang mengingatkan potensi tingginya peredaran narkoba melalui Pelabuhan Loktuan, lantaran minimnya sarana pendeteksian penumpang dan barang bawaan.
Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani, menilai aktivitas keluar-masuk penumpang kapal belum diiringi dengan sistem pemeriksaan yang memadai.
Ia menyebut, secara kasat mata tidak terlihat adanya proses pemeriksaan saat penumpang beserta barang bawaannya turun dari kapal.
“Penumpang turun begitu saja tanpa melalui pengecekan apa pun. Ini tentu berisiko jika tidak segera dibenahi,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Menurut Lulyana, momen tertentu seperti masa liburan dan perayaan hari besar keagamaan kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan narkotika untuk melancarkan aksinya.
Lonjakan jumlah penumpang dinilai menjadi celah masuknya barang terlarang jika pengawasan tidak diperketat.
BNNK Bontang mendorong pengelola pelabuhan agar setidaknya melengkapi fasilitas dasar pengamanan, seperti alat pemindai barang atau metal detector, sebagai langkah awal pencegahan.
Ia mengungkapkan, rekomendasi serupa telah beberapa kali disampaikan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum terealisasi di lapangan.
“Sampai sekarang belum terlihat ada alat deteksi yang digunakan. Orang dan barang masuk tanpa pemeriksaan. Ini yang menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.
BNNK menilai pelabuhan memiliki peran strategis sebagai pintu masuk utama orang dan barang dari luar daerah, sehingga penguatan sistem pengawasan menjadi keharusan dalam upaya memutus rantai peredaran narkoba.
Ke depan, pihaknya berencana kembali melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, guna membahas penguatan pengamanan di kawasan pelabuhan.*
