Samarinda

Stok Hewan Kurban di Samarinda Dipastikan Aman

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha 2026 dalam kondisi aman. Pasokan sapi untuk kebutuhan kurban diperkirakan mampu memenuhi permintaan masyarakat di Kota Tepian.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Samarinda, Maskuri, mengatakan pasokan sapi dari Kupang terus berdatangan hingga akhir Mei.

Menurutnya, hingga 23 Mei mendatang kapal pengangkut sapi masih dijadwalkan masuk ke Samarinda.

“Stok sapi, kita cukup aman bahkan sangat aman. Sampai tanggal 23 masih ada jadwal kapal sapi dari Kupang yang masuk ke Samarinda,” ujarnya di kantor DKPP Samarinda, Jalan Biola, Sungai Pinang Luar, Kota Samarinda, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, sejak Februari 2026 tercatat sekitar 15.200 ekor sapi masuk melalui Samarinda. Meski tidak seluruhnya diperuntukkan bagi kebutuhan lokal, sapi tersebut tetap singgah dan dipasarkan melalui pasar hewan di Samarinda yang berlokasi di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Tanah Merah.

Selain dari Kupang, pasokan juga datang dari Sulawesi melalui jalur kapal kargo dan ferry. Jumlahnya diperkirakan mencapai 5.000 hingga 6.000 ekor.

“Mayoritas memang dari Kupang dan Sulawesi. Ada juga dari Jawa, tapi jumlahnya kecil karena sapi dari Jawa rata-rata berbobot besar dengan harga yang cukup tinggi,” katanya.

Maskuri menyebut kebutuhan hewan kurban di Samarinda dalam dua tahun terakhir berada di kisaran 5.700 ekor sapi dan sekitar 3.000 ekor kambing serta domba. Pada 2025, total serapan hewan kurban bahkan mencapai sekitar 11 ribu ekor.

“Artinya tren kebutuhan kurban terus naik. Kalau melihat stok yang ada sekarang, kebutuhan masyarakat insyaallah masih bisa terpenuhi,” jelasnya.

Meski stok aman, harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan. Hal itu dipengaruhi meningkatnya biaya transportasi pengiriman hewan dari daerah asal.

Saat ini harga sapi hidup di tingkat konsumen berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram berat hidup. Dengan harga tersebut, satu ekor sapi dijual sekitar Rp18 juta hingga Rp35 juta tergantung ukuran dan bobotnya.

“Kalau hari biasa itu sekitar Rp52 ribu sampai Rp55 ribu per kilogram hidup. Sekarang di Kupang saja sudah Rp65 ribu per kilogram hidup, jadi otomatis di Samarinda ikut naik,” tuturnya.

Di sisi lain, peternak lokal Samarinda juga turut menyuplai kebutuhan kurban. Saat ini terdapat sekitar 3.000 ekor sapi lokal yang dipelihara peternak melalui sistem penggemukan menjelang Idul Adha.

“Kalau tidak terserap untuk kurban, biasanya masuk ke rumah potong hewan atau dipelihara lagi untuk tahun berikutnya,” pungkasnya.

Topik