Advertorial

Sekda Berau Dorong Wartawan Perkuat Verifikasi di Tengah Banjir Informasi Digital

Avatar photo
Oleh Redaksi
Ukuran Font
Kecil Besar

TANJUNG REDEB – Arus informasi digital yang bergerak cepat, menuntut wartawan memiliki kompetensi lebih dari sekadar kecepatan menulis. Verifikasi, akurasi data, dan etika jurnalistik menjadi kunci agar berita yang sampai ke publik tidak menyesatkan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, saat membuka Workshop Relasi Media dalam rangka Uji Kompetensi Wartawan (UKW), di Gedung RPJMD Bapperida Kabupaten Berau, Sabtu (12/9/2026).

Workshop yang digelar PWI Kabupaten Berau berkolaborasi dengan Diskominfo Kabupaten Berau ini berlangsung selama dua hari, 12–13 September 2026. Sebanyak 12 wartawan kategori jenjang Muda dari berbagai media di Berau mengikuti kegiatan tersebut.

Muhammad Said menilai, di era digital saat ini semua orang bisa menyebarkan informasi dalam hitungan menit. Namun tidak semua informasi tersebut melalui proses verifikasi. Karena itu, peran wartawan profesional menjadi semakin penting sebagai penyaring dan penjaga kualitas informasi publik.

“Kecepatan memberitakan tidak cukup jika tidak dibarengi verifikasi dan kompetensi jurnalistik,” ujarnya.

Sekda menegaskan, pers memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi. Selain menyampaikan informasi, media juga berfungsi sebagai kontrol terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan.

Ia meminta kritik yang disampaikan media tidak selalu dipandang sebagai upaya mencari kesalahan pemerintah. Sebaliknya, pemberitaan kritis dapat menjadi bahan evaluasi dan introspeksi.

“Pers ini bukan semata-mata mencari kekurangan. Justru menjadi evaluasi, agar pemerintah tahu sisi-sisi mana yang masih perlu diperbaiki,” katanya.

Namun, peran itu harus dibangun di atas fondasi informasi yang benar. Muhammad Said mendorong wartawan untuk tidak terburu-buru menjadikan isu sebagai berita sebelum memastikan data dan fakta telah melalui proses verifikasi.

Salah satu penekanan Sekda adalah penggunaan data dalam pemberitaan. Ia meminta wartawan tidak hanya mengandalkan satu sumber, tetapi melakukan konfirmasi silang, termasuk dengan data resmi.

“Kalau mendapatkan informasi, jangan hanya mengambil dari satu sumber. Konfirmasi dan cek kembali datanya agar informasi yang disampaikan benar-benar valid,” ucapnya.

Muhammad Said juga menyoroti maraknya pihak yang mengatasnamakan media namun identitas maupun kelembagaannya tidak jelas. Kondisi itu dinilai menyulitkan pemerintah dalam memberikan informasi sekaligus mengaburkan batas antara kerja jurnalistik dengan aktivitas lain.

“Karena itu, sertifikasi kompetensi penting. Pemerintah juga merasa lebih nyaman ketika berhadapan dengan media yang jelas dan wartawannya memiliki kompetensi,” tuturnya.

Ia menilai UKW bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan sertifikat. Uji kompetensi justru menjadi momentum bagi wartawan untuk mengukur kemampuan, sekaligus memperbarui pengetahuan terhadap perkembangan aturan dan praktik jurnalistik.

“Menulis itu ada kompetensinya. Karena itu, kemampuan dan profesionalisme harus terus ditingkatkan,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Sekda berharap wartawan di Berau dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas informasi publik. Pers diharapkan tidak hanya cepat, tetapi juga mampu memberikan konteks, melakukan verifikasi, serta berani mengoreksi informasi yang keliru.

Ia juga mengapresiasi kontribusi wartawan yang selama ini aktif mengawal program pemerintah dan menyampaikan persoalan di masyarakat.

“Kami berharap sinergi ini terus berjalan, untuk menyampaikan kebenaran dan data yang tepat,” ungkapnya.

Workshop Relasi Media dan UKW ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata. Peningkatan kompetensi diharapkan menjadi proses berkelanjutan, agar wartawan mampu menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan tetap berpihak pada kepentingan publik. (adv)

Topik