PONTIANAK – Peternak asal Kabupaten Kubu Raya, Andri, kembali merasakan kebanggaan setelah sapi peliharaannya terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto menjelang Idul Adha 2026.
Sapi blasteran jenis Limosin bernama Basukarna itu memiliki bobot lebih dari satu ton dan telah dirawat sejak lahir hingga berusia empat tahun.
Andri mengatakan, ini merupakan kali kedua sapi miliknya dibeli sebagai sapi kurban presiden. Sebelumnya, sapi dari kandangnya juga pernah dipilih pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
“Ini kedua kalinya. Dulu pernah dibeli Pak Jokowi, sekarang dibeli Pak Prabowo,” ujar Andri, Selasa (26/5/2026).
Ia mengaku memelihara sapi berukuran jumbo bukan perkara mudah. Dibutuhkan perhatian ekstra mulai dari pakan, kesehatan, hingga kebersihan kandang agar sapi tetap sehat dan tumbuh optimal.
Untuk pakan harian, Basukarna diberi rumput, ampas sagu, serta tambahan gula merah sebagai nutrisi tambahan. Menurut Andri, seluruh sapi di kandangnya bisa menghabiskan sekitar dua karung rumput setiap hari.
“Selain rumput, makanannya ampas sagu dan gula merah. Kalau gula merah biasanya dua minggu sekali,” katanya.
Andri menjelaskan, tantangan terbesar dalam memelihara sapi berbobot besar biasanya terletak pada kondisi kaki yang rentan mengalami pincang. Meski demikian, Basukarna tetap dalam kondisi sehat hingga akhirnya lolos sebagai hewan kurban presiden tahun ini.
Selain menjaga pola makan, Andri juga rutin memandikan sapinya agar tetap bersih dan terawat, baik saat cuaca panas maupun hujan.
“Kalau sapi bersih tentu lebih bagus,” ucapnya.
Nama Basukarna sendiri dipilih karena Andri terinspirasi dari salah satu tokoh wayang yang ia sukai.
Hasil penjualan sapi kurban presiden tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli bibit sapi baru guna mengembangkan usaha peternakannya di Kubu Raya.
