Bola dan Sport

Richie Duta Richardo Kembali ke Final, Dejan/Apriyani Juga Tembus Partai Puncak

Avatar photo
Oleh Destriadi Yunas
Ukuran Font
Kecil Besar

PONTIANAK – Pebulu tangkis Indonesia, Richie Duta Richardo, kembali melangkah ke partai final Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Unggulan kedua itu memastikan tiket final setelah mengalahkan wakil Malaysia, Tan Jia Jie, dua gim langsung 21-16, 21-15 di semifinal yang berlangsung di GOR Terpadu Ayani, Jalan MT Haryono, Pontianak, Kalbar, Sabtu (29/8/2026).

Richie mengaku senang bisa kembali mencapai partai puncak. Pertandingan sempat berlangsung ketat pada awal gim, namun setelah interval ia mulai menemukan pola permainan yang lebih efektif.

“Pastinya senang bisa kembali ke final. Pertandingan tadi di awal sempat ramai tapi selepas interval saya sudah lebih tahu harus bermain seperti apa, dapat arahan dari pelatih juga,” ujar Richie.

Ia mengatakan kunci kemenangan pada laga tersebut adalah bermain lebih sabar dan mengurangi kesalahan sendiri.

“Saya mencoba lebih sabar dan tidak mati-mati sendiri,” katanya.

Tekanan semifinal diakui tetap dirasakan Richie. Namun, ia memilih fokus mengontrol diri agar bisa tampil maksimal di lapangan.

“Tekanan pasti ada apalagi ini semifinal, tapi saya lebih memikirkan untuk kontrol diri supaya bisa main lebih all out,” ucapnya.

Menghadapi final, Richie bertekad meningkatkan performanya dan tampil lebih konsisten. Ia juga tidak terlalu memikirkan siapa yang akan menjadi lawannya.

“Di final mau menunjukkan performa yang lebih baik lagi, lebih konsisten lagi. Siapapun lawannya saya tidak terlalu memikirkan, yang penting diri saya fokus dan siap,” tuturnya.

Sementara itu, tiket final juga berhasil diamankan pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.

Dejan/Apriyani harus melewati pertandingan tiga gim sebelum menundukkan pasangan Chinese Taipei, Bo-Yuan Chen/Yan Fei Chen, dengan skor 11-21, 21-10, 21-10.

Dejan mengakui mereka kesulitan beradaptasi pada gim pertama karena kondisi shuttlecock yang dinilai cukup berat. Selain itu, serangan lawan juga membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan.

“Kondisi bola tadi agak berat jadi butuh adaptasi dulu dan serangan mereka cukup kuat jadi kami mengalami sedikit kesulitan di awal,” ujar Dejan.

Memasuki gim kedua, Dejan/Apriyani mengubah pola permainan dan lebih siap menghadapi serangan lawan. Arahan pelatih untuk menghindari permainan lob panjang juga menjadi salah satu kunci kebangkitan mereka.

“Di game kedua kami sudah antisipasi dan lebih siap menghadapi serangan lawan. Ini jadi modal di game ketiga membuat kami lebih yakin untuk menang,” katanya.

Apriyani juga menyebut shuttlecock yang relatif lambat membuat mereka belum mendapatkan feeling permainan pada gim pertama. Namun, komunikasi dan perubahan pola permainan membuat mereka mampu membalikkan keadaan.

“Kami merasa shuttlecock-nya agak lambat, jadi di game pertama belum dapat feeling-nya. Akhirnya game kedua kami coba ubah pola main sesuai instruksi pelatih dan komunikasi dengan baik, akhirnya kami bisa unggul sampai game ketiga,” ujar Apriyani.

Dengan hasil tersebut, Richie Duta Richardo serta Dejan/Apriyani sama-sama berpeluang membawa pulang gelar dari Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak.