PONTIANAK – Langkah Bima Al Ayman Modjo, putra vokalis Sheila On 7, Duta, harus terhenti pada babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Bertanding di GOR Terpadu Ayani, Jalan MT Haryono, Pontianak, Kalbar, Selasa (1/9/2026), Ayman Modjo harus mengakui keunggulan wakil China, Liu Yu Xuan, setelah kalah dua gim langsung dengan skor 6-21 dan 14-21.
Sejak gim pertama, Ayman kesulitan mengembangkan permainan. Liu Yu Xuan mampu mengontrol jalannya pertandingan dan membuat Ayman kesulitan membaca arah bola.
Memasuki gim kedua, pemain Indonesia itu mulai menemukan ritme permainan. Kejar-kejaran angka sempat terjadi sebelum interval, tetapi performanya kembali menurun setelah melewati poin 11.
Sejumlah kesalahan sendiri membuat Liu Yu Xuan kembali memperlebar keunggulan hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan.
Ayman mengakui dirinya belum tampil maksimal. Adaptasi terhadap kondisi lapangan dan kemampuan membaca permainan lawan menjadi persoalan utama yang dirasakannya.
“Dari segi kesiapan set pertama saya kurang banget. Saya merasa jauh banget, dia lebih tahu arah bola ke mana. Saya masih adaptasi dengan lapangan, masih lambat banget,” ujar Ayman seusai pertandingan.
Menurut Ayman, permainan pada gim kedua sebenarnya sudah lebih baik. Ia mulai menemukan pola permainan dan mampu memberikan perlawanan sebelum kembali kehilangan momentum.
“Set kedua mungkin lumayan. Sebelum poin 11 ada kejar-kejaran sedikit, itu saya mulai nemu mainnya. Cuma habis 11 agak hilang lagi. Saya banyak mati sendiri,” katanya.
Ayman juga menilai kondisi angin bukan menjadi persoalan utama dalam pertandingan. Sebagai pemain yang tampil di berbagai turnamen internasional, ia menyebut kondisi angin relatif memiliki karakter yang hampir sama.
Karena itu, pemain dituntut mampu beradaptasi secepat mungkin ketika memasuki lapangan.
“Semua pertandingan internasional semuanya anginnya mirip-mirip, jadi kita yang harus adaptasi. Cuma tadi saya agak kaget juga pas masuk, agak berasap-asapnya agak kelihatan, tapi masih aman,” ungkapnya.
Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Ayman. Ia menyadari masih perlu meningkatkan kemampuan membaca permainan lawan sekaligus mempercepat adaptasi sejak awal pertandingan.
“Saya evaluasi harus lebih cepat adaptasi dan lebih cepat dalam membaca lawan dan lainnya. Karena tadi saya merasa lambat banget. Dari segi kesiapan saya kurang banget,” tegasnya.
Tersingkir di Pontianak juga terjadi di tengah padatnya jadwal pertandingan Ayman. Ia menyebut masih memiliki sejumlah agenda kompetisi dalam beberapa pekan ke depan.
Salah satunya adalah mengikuti sirkuit nasional di Yogyakarta pada pekan depan. Setelah itu, ia juga mendapat agenda Thailand International Series, meski keikutsertaannya masih akan dipertimbangkan.
“Saya mungkin minggu depan ada sirkuit nasional di Jogya, minggu depannya Thailand International Series. Tapi itu masih saya pikirkan lagi. Ini saya lumayan beruntun, minggu lalu, minggu ini dan minggu depan,” jelasnya.
Meski gagal melanjutkan kiprahnya di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Ayman membawa pengalaman penting dari pertandingan tersebut.
Ia menilai kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan di level internasional. Kesiapan sejak awal, kecepatan membaca pola permainan lawan serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan menjadi aspek yang harus terus diperbaiki.
Ayman pun memilih menjadikan kekalahan di Pontianak sebagai evaluasi untuk menghadapi turnamen berikutnya.
